Tampilkan postingan dengan label ILMU DAN AMAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ILMU DAN AMAL. Tampilkan semua postingan
Selasa, 14 September 2010
manusia terlahir dalam keadaan fitrah
bersih, suci dan tiada noda
namun setelah dia mengenal dirinya,
kemauannya, egonya, kepentingannya,
mengenal lingkungannya dan sekitarnya
...dia sadar kalo dia butuh sesuatu
apakah itu menyangkut jasmaninya, ruhaninya
ataukah nafsunya
dia mulai mencari-cari
apa yang bisa di dapat tuk memenuhi
"kebutuhan"nya
dia mencoba dengan jalan yang telah diajarkan
oleh norma2, etika, agama dan budi pekerti
namun lama kelamaan semua itu tdk dapat
memenuhi kehendaknya secara instan
Selasa, 25 Agustus 2009
Sehat Beribadah, Hindari Kolak saat Berbuka
Setiap bulan Ramadan, hampir sebagian besar pusat jajanan menyediakan kolak. Panganan yang terbuat dari bahan santan, gula merah, sagu, dan pisang itu dijadikan sebagai menu berbuka puasa.
Tapi, banyak ahli yang mengatakan, kolak bukanlah makanan yang sehat sebagai menu berbuka puasa. Mengapa? Karena kolak mengandung gula dan lemak yang terlalu tinggi dan tak mudah dicerna, sehingga membuat pencernaan kita, yang selama 14 jam menahan lapar dan haus karena puasa, akan kaget.
Akan lebih baik jika berbuka puasa cukup minum air putih dan makan kurma, seperti anjuran Nabi Muhammad SAW.
Meskipun kandungan gula kurma sama-sama tinggi, karbohidrat yang dikandungnya mudah dicerna tubuh. Selain itu, air putih akan mendinginkan suhu tubuh yang panas akibat seharian berpuasa, sekaligus membersihkan saluran pencernaan.
Tentu saja, minum air putih tak perlu berlebihan. Lagipula, berbuka puasa dengan makanan-makanan yang berat akan membuat kita malas untuk beribadah salat maghrib dan tawarih pada malam harinya.
Nah, di masa ini lah kolak boleh dimakan, karena tubuh sudah tidak kaget untuk makan-makanan yang berat.Dan, yang paling penting lagi, jangan ‘balas dendam’ dengan cara memakan dana meminum apa saja karena seharian menahan lapar dan haus.“Dalam berpuasa yang harus ditekankan adalah nilai spiritualnya. Puasa akan menjadi percuma jika hanya mengubah jam makan, yang harusnya siang menjadi malam,” ujar ahli nurtisi, Wied Harry Apriadji.
Yang Perlu Diingat!
1. Menu empat sehat lima sempurna mutlak untuk sahur dan makan malam seusai berbuka puasa. Asupan karbohidrat jangan berlebihan, perbanyak protein dan lemak, sayur mayur, dan buah.Karbohidrat berlebih hanya akan mensuplai energi sekitar 3-4 jam saja, sedangkan protein dan lemak bisa lebih lama sehingga tidak mudah lapar.
2. Minum air putih yang cukup, sekitar 2.000-2.500 ml air sehari (kurang lebih 10 gelas), pada malam hari dan saat sahur. ito/berbagai sumber/warta kota
Tapi, banyak ahli yang mengatakan, kolak bukanlah makanan yang sehat sebagai menu berbuka puasa. Mengapa? Karena kolak mengandung gula dan lemak yang terlalu tinggi dan tak mudah dicerna, sehingga membuat pencernaan kita, yang selama 14 jam menahan lapar dan haus karena puasa, akan kaget.
Akan lebih baik jika berbuka puasa cukup minum air putih dan makan kurma, seperti anjuran Nabi Muhammad SAW.
Meskipun kandungan gula kurma sama-sama tinggi, karbohidrat yang dikandungnya mudah dicerna tubuh. Selain itu, air putih akan mendinginkan suhu tubuh yang panas akibat seharian berpuasa, sekaligus membersihkan saluran pencernaan.
Tentu saja, minum air putih tak perlu berlebihan. Lagipula, berbuka puasa dengan makanan-makanan yang berat akan membuat kita malas untuk beribadah salat maghrib dan tawarih pada malam harinya.
Nah, di masa ini lah kolak boleh dimakan, karena tubuh sudah tidak kaget untuk makan-makanan yang berat.Dan, yang paling penting lagi, jangan ‘balas dendam’ dengan cara memakan dana meminum apa saja karena seharian menahan lapar dan haus.“Dalam berpuasa yang harus ditekankan adalah nilai spiritualnya. Puasa akan menjadi percuma jika hanya mengubah jam makan, yang harusnya siang menjadi malam,” ujar ahli nurtisi, Wied Harry Apriadji.
Yang Perlu Diingat!
1. Menu empat sehat lima sempurna mutlak untuk sahur dan makan malam seusai berbuka puasa. Asupan karbohidrat jangan berlebihan, perbanyak protein dan lemak, sayur mayur, dan buah.Karbohidrat berlebih hanya akan mensuplai energi sekitar 3-4 jam saja, sedangkan protein dan lemak bisa lebih lama sehingga tidak mudah lapar.
2. Minum air putih yang cukup, sekitar 2.000-2.500 ml air sehari (kurang lebih 10 gelas), pada malam hari dan saat sahur. ito/berbagai sumber/warta kota
Kamis, 23 Juli 2009
Resep Menepis Bosan pada Pasangan Muslim
Bagi pasangan yang baru saja mengayuh biduk rumah tangga, mungkin perasaan bosan belum menjangkiti hati. Masih banyak pemakluman yang disematkan. Masih banyak toleransi yang direntangkan, manakala melihat pasangan melakukan hal-hal yang tidak berkenan. Kita pun masih tersenyum, manakala ia datang membawa sesuatu yang membuat kita lupa akan tingkahnya yang menjengkelkan.Namun, bagaimana bila seiring dengan berjalannya waktu, pemakluman itu tak lagi ada? Kata-kata yang diucapkannya pun tak lagi menjadi penawar atas gundah yang berkecamuk di hati. Lisannya justru menjadi pemicu akan kemarahan yang sudah lama bertumpuk. Kehadirannya justru menjadi pemandangan yang menyebalkan. Akhirnya, pertemuan demi pertemuan hanyalah sebuah rutinitas karena memang tidak ada tempat pulang yang ‘harusnya’ kecuali rumah. Akhirnya, hanya ada satu kata yang mengemuka: bosan!
Sejatinya, bosan merupakan akibat yang muncul dari permasalahan yang selalu datang berulang tetapi tidak kunjung menemui penyelesaian yang tuntas. Ada baiknya, kita tidak perlu terlalu fokus pada kejenuhan yang dirasakan, tetapi justru berusaha menyelesaikan permasalahan yang menjadi biang keladi.
Putuskan dalam Hati
Berupaya menemukan jalan keluar dari permasalahan yang berlarut-larut memang bukan perkara mudah. Kadang, kita terlanjur menarik kesimpulan sendiri akan jawaban atau sikap yang akan dihadirkan pasangan. Tentunya, ini bukanlah penyikapan terhadap masalah yang baik. Membiarkan diri kita selalu mendengar ungkapan negatif versi perasaan kita sendiri, akan menyeret kita pada suasana hati yang buruk dan penuh prasangka.
Cobalah sesekali untuk memberi ruang bagi jawaban atau sikap pasangan. Karena, untuk merasa bahagia, bingung, kecewa, sedih, marah bahkan jenuh adalah masalah keputusan yang dibuat dalam hati kita sendiri. Bila kita memutuskan untuk melapangkan dada, mendengar jawaban atau menyaksikan sikap yang ditampakkan oleh pasangan, maka kita pun tidak akan merasa kecewa atau marah terhadap respon yang diberikan olehnya. Bahkan, bila kita telah memutuskan untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi, bukan mustahil, Allah Subhanahu wa Ta’ ala (SWT) akan memudahkan jalan keluarnya.
Kita adalah apa yang kita pikirkan. Bila kita berpikir bahwa masalah itu sudah berurat-akar dan tak dapat diselesaikan, maka akan seperti itu pulalah keadaan hubungan kita dengan pasangan. Penuh rasa kecewa, bosan, dan terperangkap pada rutinitas kewajiban. Itulah sebabnya, hindari membiarkan perasaan kita menjadi sesuatu yang sulit dipahami oleh Anda dan pasangan. Buatlah keputusan bahwa masalah kita akan berakhir dengan baik dan mendatangkan kebahagiaan.
Bosan pun bisa dihindari dengan tindakan yang kita ambil. Aktivitas yang monoton dengan lawan interaksi yang tak berubah, sangat potensial untuk memicu kejenuhan. Karena itu, interaksi yang saling mengisi, mengerti, dan dikemas dalam pola yang baru, diharapkan mampu menjadi jurus yang ampuh untuk mengimbangi kecenderungan merasa jenuh. Artinya, dalam keseharian, perlu adanya inisiatif dari masing-masing pihak untuk mengatasi pemicu kebosanan dengan rasa saling mengisi.
Mencoba Mengerti
Inisitiaf ini tentu tak akan muncul, bila tidak didasari oleh terbangunnya rasa pengertian di antara pasangan. Masalah pun akan terlihat lebih jelas, bila kedua belah pihak mau sejenak berhenti menomorsatukan perasaan masing-masing dan mengerti apa yang dirasakan oleh pasangannya.
Terkadang, kita adalah orang yang sangat membutuhkan pengertian. Hidup bersama orang yang tidak mau mengerti kita, tentu hidup akan terasa tidak masuk akal. Apapun yang kita lakukan adalah kesalahan. Dengan adanya pasangan yang senantiasa berusaha mengerti dan mengisi, kita akan merasa ditemani. Selain itu, merasa bahwa apa yang kita lakukan juga dapat membahagiakan orang lain.
Begitu pula sebaliknya, apa yang dirasakan suami atau isteri kita. Bila kita berusaha memahami bahwa apa yang dilakukannya adalah untuk memberikan yang terbaik, tentu ia akan bersemangat dan berusaha melakukan hal yang baik itu menjadi lebih baik. Inilah yang akan menghindarkan kehidupan berumahtangga dari kejenuhan.
Cobalah kita cermati sejenak, tindakan yang diambil oleh Rasulullah SAW saat menemani Aisyah RA. Saat itu Aisyah RA melakukan hal yang bagi sebagian orang mungkin tidak masuk akal dan kekanakkan.
Aisyah RA berkata, "Demi Allah, aku pernah melihat Rasulullah SAW berada di pintu kamarku, sedangkan saat itu di dalam masjid ada beberapa orang Habsyi (Abyssinia) yang sedang bermain tombak. Rasulullah SAW pun kemudian menutupiku dengan selendangnya agar aku tidak terlihat oleh orang banyak, tapi aku dapat melihat permainan mereka. Aku sandarkan wajahku di antara bahu dan telinga beliau dengan menempel di pipi beliau, kemudian beliau bersabda, “Wahai Aisyah, apakah engkau sudah puas?” Aku menjawab, “Belum.” Dan aku tetap melihat permainan itu dari tempatku berdiri sampai aku merasa puas."
Dalam riwayat lain disebutkan, "Beliau tetap berdiri karena menemaniku (Aisyah) melihat permainan itu hingga aku puas, lalu aku pergi meninggalkan permainan itu, maka perkirakanlah dengan perkiraan wanita remaja yang masih senang melihat permainan." (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Agar istrinya mendapatkan hiburan dan merasa senang, Rasulullah SAW tak merasa rugi meluangkan waktu sejenak untuk menemani Aisyah RA melakukan sesuatu yang mungkin bagi sebagian orang “sudah lewat masanya”. Nah, agar Anda dan pasangan tak dihantui rasa bosan, bagaimana jika bersama-sama melakukan hal yang tidak biasa?
Rasulullah SAW dalam berbagai Hadits yang masyhur menggambarkan betapa beliau sangat menjaga mood isteri-isterinya. Beliau senantiasa melakukan hal-hal kecil yang membuat rumahtangga beliau selalu terlihat cerah setiap harinya. Siapa pun tak akan mampu menyembunyikan rasa ketersanjungan manakala diperlakukan laksana Rasulullah SAW memperlakukan Shafiyah binti Huyay. Dengan lembut, Rasulullah SAW menyediakan pahanya untuk dijadikan injakan Shafiyah, saat isteri beliau tersebut hendak menaiki kuda tunggangannya. Jadi, meskipun Anda tahu bahwa suami Anda bisa merapikan jenggotnya sendiri atau isteri Anda bisa membuka pintu mobil sendiri, apa salahnya jika suatu saat Anda yang melakukan hal tersebut untuknya?
Nah, bila rasa bosan sudah mulai menghinggapi denyut keseharian Anda dan pasangan, marilah bersama kembali pada sunnah Rasul-Nya. Yaitu sunnah untuk mendengarkan apapun yang disampaikannya, berprasangka baik, berinsiatif untuk melakukan hal-hal yang membuatnya gembira, dan menjadikannya satu-satunya yang terbaik di hati Anda.
Dan jangan lupa, perhatian dan tindakan Anda yang membuatnya merasa paling istimewa, tentu akan membuatnya menjadikan Anda pun orang yang diistimewakannya, setiap saat. (www.hidayatullah.com)
Kamis, 02 Juli 2009
Memanen Energi Surya di Atap Rumah
Kini tak ada lagi alasan bahwa teknologi panel surya mahal dan sulit diterapkan. Sejumlah peneliti di Amerika Serikat berhasil menemukan teknologi yang memungkinkan pembuatan panel surya yang lentur dan dapat mengikuti bentuk atap.
Terobosan baru di bidang teknologi energi surya ini dilakukan dengan memanfaatkan lapisan film tipis transparan yang biasa digunakan untuk melindungi panel datar televisi dari kelembapan. Film penghalang itu menjadi dasar bagi pengembangan panel surya fleksibel yang dapat dipasang di atas atap seperti genting.
Panel surya lentur, yang disebut fotovoltaik terintegrasi bangunan (BIPV), dapat menggantikan panel surya berbentuk kotak yang umum digunakan pada saat ini. Biasanya panel surya terbuat dari kaca yang kaku atau silikon dan dipasang pada bingkai logam tebal.
Selain ringan dan fleksibel, pemasangan genting panel surya ini jauh lebih murah daripada panel surya yang ada sekarang. Panel lentur ini juga dijamin bisa tahan sampai 25 tahun.
"Banyak sekali ruang yang terbuang percuma di atap rumah, yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk membangkitkan tenaga listrik," kata Mark Gross, peneliti senior di Pacific Northwest National Laboratory (PNNL), Departemen Energi Amerika Serikat. "Panel surya fleksibel ini dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam arsitektur bangunan komersial dan perumahan. Selama ini kesuksesan panel surya amat terbatas karena pemasangannya sulit dan mahal."
Para ilmuwan di PNNL menciptakan panel lentur ini dengan mengadaptasi proses pemberian lapisan film penghalang yang biasa dipakai untuk menutupi panel display datar yang menggunakan dioda pemancar cahaya organik atau OLED. Mereka dapat menciptakan panel surya lentur ini berkat kesepakatan kerja sama pengembangan serta riset antara Vitex Systems dan Battelle, yang mengoperasikan PNNL bagi pemerintah federal.
Ilmuwan PNNL mengembangkan teknologi film tipis ini sejak 1990-an. Pada saat itu para peneliti telah menginvestigasi peluang pemanfaatan film tipis itu untuk 15 aplikasi, termasuk tenaga surya. Kini, bersama Vitex, sebuah perusahaan yang bergerak dalam pengembangan film penghalang untuk layar datar, PNNL berusaha memfokuskan aplikasi film tipis itu pada panel surya.
Proses encapsulation dan ultra-barrier film yang diberi nama Barix itu terbukti mampu menjadi penghalang kelembapan yang efektif. Tetapi, para ilmuwan masih harus mencari jalan untuk menerapkan teknologi tersebut pada panel surya yang terbuat dari selenium, tembaga, indium, dan gallium (CIGS), atau cadmium telluride (CdTe).
Kini, sasaran para ilmuwan tersebut adalah menciptakan film penghalang murah. Mereka juga tengah mengevaluasi material substrat untuk panel surya baru yang akan dinamai fotovoltaik atau PV. Baik film maupun substratnya nanti harus mampu bertahan menghadapi keganasan sinar ultraviolet dan elemen natural lain, semisal hujan, sehingga dapat beroperasi sampai 25 tahun.
Untuk menunjang pembuatan panel surya lentur ini, para ilmuwan akan mengembangkan proses manufaktur yang siap untuk diadaptasikan pada produksi skala besar. Jika berjalan lancar, proses ini dapat memangkas ongkos produksi panel surya hingga di bawah US$1 per watt. Rendahnya ongkos produksi ini cukup kompetitif bila dibandingkan dengan US$10 sen per Kwh yang dikenakan oleh perusahaan listrik di negara itu.
"Kami amat bersemangat untuk melanjutkan teknologi Barix yang terbukti kemampuannya sebagai penghalang ke arah produksi massal," kata Martin Rosenblum, wakil kepala operasi dan teknik Vitex. "Bersama PNNL kami akan berupaya menciptakan sebuah produk yang dapat membantu meringankan ketergantungan masyarakat terhadap minyak dan meningkatkan akses terhadap sumber energi terbarukan yang berlimpah, yaitu matahari.
Untuk mengembangkan teknologi tersebut, Departemen Energi Amerika Serikat telah mengucurkan dana sekitar US$ 350 ribu kepada PNNL. Tahun lalu departemen tersebut mengumumkan telah mengalokasikan dana US$ 1,5 juta dari dana Energy Efficiency and Renewable Energy Technology Commercialization Fund untuk proyek yang dapat membantu mengkomersialkan teknologi pengurangan penggunaan energi atau membuka sumber energi terbarukan.
Energi Surya di Dalam Negeri
Pemanfaatan energi surya juga menjadi target utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam pengembangan sistem energi baru dan terbarukan. Kepala LIPI Umar Anggara Djenie menyatakan sebagai negara tropis, matahari hampir setiap hari menyinari Indonesia.
"Matahari adalah material tepat yang dapat dikembangkan untuk mengubah fenomena ini menjadi energi yang dapat disimpan," kata Umar ketika membuka International Workshop on Advanced Material for New and Renewable Energy (AMNRE), Selasa lalu di Putri Duyung Cottage, Kawasan Ancol, Jakarta.
Banyaknya pegunungan di Indonesia juga membawa peluang untuk mengembangkan teknologi micro hydro terutama di daerah terpencil. "Semua jenis energi ini zero pollutant sehingga membantu bumi kita tetap hijau," kata Umar. "Workshop ini adalah perwujudan komitmen LIPI untuk mencari dan mengembangkan material untuk mencari energi baru dan terbarukan."
Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Syahrul Aiman mengatakan bahwa Pusat Penelitian Fisika LIPI memang tengah mencoba memanfaatkan sinar matahari yang berlimpah. "Pada saat ini kita memang terfokus pada fuel cell, tapi kami sudah menelaah model-model untuk memanfaatkan sinar matahari secara langsung, tidak lagi melalui sel surya yang tergantung dari orang luar," ujarnya.
Salah satu tujuan penyelenggaraan workshop ini adalah untuk mencari poin penting dalam pengembangan sistem energi baru dan terbarukan. LIPI ingin mencari poin penting yang bisa diproduksi di dalam negeri sebelum mengembangkan dan menerapkan bidang material lanjut ini. "Dengan keterbatasan yang ada kita mencari penelitian mana yang dapat dipakai di dalam negeri tanpa membuat kita tergantung pada negara asing," kata Aiman.
Meski sinar matahari berlimpah dan seolah tiada habisnya, hingga saat ini Indonesia belum bisa memanfaatkan energi itu secara maksimal. Potensi energi surya memang besar, tapi teknologi amat mahal karena masih bergantung dari negara luar.
Koordinator kelompok Energi Baru Terbarukan di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Verina J. Wargadalam menyatakan teknologi sel surya dalam negeri jauh tertinggal dibanding negara tetangga. "Riset energi surya itu butuh dana yang tidak sedikit, harus ada dukungan dana yang amat besar dari pemerintah," ujarnya.
Jika Indonesia ingin mengembangkan energi surya, harus ada manufaktur sel surya harus ada. "Saat ini kemampuan ilmuwan kita baru sampai pembuatan modul solar sel, sedangkan sel surya yang menjadi bahan utamanya masih impor," ujar Verina. "Maka salah satu tujuan kami adalah mendorong industri agar mau terlibat dalam proses riset dan pengembangannya."
Tenaga Listrik dari Sinar Mentari
Banyak tokoh lingkungan menyatakan bahwa masa depan lingkungan bumi bergantung pada tenaga listrik surya. Namun, teknologi yang ada masih terlampau mahal dan belum cukup efisien untuk menggantikan bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi.
Isi sel surya
1.Cahaya melepaskan elektron dari dasar lapisan silikon
2.Elektron lain pindah dari contact grid ke lapisan silikon terbawah
3.Elektron mengalir dari lapisan bawah ke paling atas dan kembali ke bagian dasar menembus contact grid logam
4.Contact grid menarik arus listrik untuk digunakan
-Kaca pelindung
-Pelapis antireflektif mencegah cahaya keluar
-Elektron
-Contact grid logam
Sistem photovoltaic rumah
Daerah dengan cuaca yang cerah dan terus-menerus memperoleh sinar matahari, seperti Indonesia dan negara beriklim tropis lainnya, dapat memanfaatkan teknologi ini dengan baik.
Menghubungkan sistem surya ke jaringan listrik
Koneksi ke perusahaan penyedia listrik setempat seperti PLN memungkinkan pemilik rumah menjual kelebihan tenaga surya dari sistem photovoltaic rumahnya dan membelinya ketika membutuhkan.
Panel surya konvensional seperti ini memakan tempat dan membutuhkan biaya yang cukup tinggi.
-Lebih banyak panel dapat ditambahkan untuk meningkatkan kapasitas yang dihasilkan
-Inverter mengubah arus listrik langsung (DC) dari panel surya menjadi arus listrik bolak-balik (AC) untuk penggunaan peralatan rumah tangga
-Kotak sekring
-Bingkai aluminium
-Baterai menyimpan tenaga untuk digunakan di malam hari dan selama pemadaman listrik
-Meteran tenaga listrik (Koran Tempo: 11 Juni 2009)
Terobosan baru di bidang teknologi energi surya ini dilakukan dengan memanfaatkan lapisan film tipis transparan yang biasa digunakan untuk melindungi panel datar televisi dari kelembapan. Film penghalang itu menjadi dasar bagi pengembangan panel surya fleksibel yang dapat dipasang di atas atap seperti genting.
Panel surya lentur, yang disebut fotovoltaik terintegrasi bangunan (BIPV), dapat menggantikan panel surya berbentuk kotak yang umum digunakan pada saat ini. Biasanya panel surya terbuat dari kaca yang kaku atau silikon dan dipasang pada bingkai logam tebal.
Selain ringan dan fleksibel, pemasangan genting panel surya ini jauh lebih murah daripada panel surya yang ada sekarang. Panel lentur ini juga dijamin bisa tahan sampai 25 tahun.
"Banyak sekali ruang yang terbuang percuma di atap rumah, yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk membangkitkan tenaga listrik," kata Mark Gross, peneliti senior di Pacific Northwest National Laboratory (PNNL), Departemen Energi Amerika Serikat. "Panel surya fleksibel ini dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam arsitektur bangunan komersial dan perumahan. Selama ini kesuksesan panel surya amat terbatas karena pemasangannya sulit dan mahal."
Para ilmuwan di PNNL menciptakan panel lentur ini dengan mengadaptasi proses pemberian lapisan film penghalang yang biasa dipakai untuk menutupi panel display datar yang menggunakan dioda pemancar cahaya organik atau OLED. Mereka dapat menciptakan panel surya lentur ini berkat kesepakatan kerja sama pengembangan serta riset antara Vitex Systems dan Battelle, yang mengoperasikan PNNL bagi pemerintah federal.
Ilmuwan PNNL mengembangkan teknologi film tipis ini sejak 1990-an. Pada saat itu para peneliti telah menginvestigasi peluang pemanfaatan film tipis itu untuk 15 aplikasi, termasuk tenaga surya. Kini, bersama Vitex, sebuah perusahaan yang bergerak dalam pengembangan film penghalang untuk layar datar, PNNL berusaha memfokuskan aplikasi film tipis itu pada panel surya.
Proses encapsulation dan ultra-barrier film yang diberi nama Barix itu terbukti mampu menjadi penghalang kelembapan yang efektif. Tetapi, para ilmuwan masih harus mencari jalan untuk menerapkan teknologi tersebut pada panel surya yang terbuat dari selenium, tembaga, indium, dan gallium (CIGS), atau cadmium telluride (CdTe).
Kini, sasaran para ilmuwan tersebut adalah menciptakan film penghalang murah. Mereka juga tengah mengevaluasi material substrat untuk panel surya baru yang akan dinamai fotovoltaik atau PV. Baik film maupun substratnya nanti harus mampu bertahan menghadapi keganasan sinar ultraviolet dan elemen natural lain, semisal hujan, sehingga dapat beroperasi sampai 25 tahun.
Untuk menunjang pembuatan panel surya lentur ini, para ilmuwan akan mengembangkan proses manufaktur yang siap untuk diadaptasikan pada produksi skala besar. Jika berjalan lancar, proses ini dapat memangkas ongkos produksi panel surya hingga di bawah US$1 per watt. Rendahnya ongkos produksi ini cukup kompetitif bila dibandingkan dengan US$10 sen per Kwh yang dikenakan oleh perusahaan listrik di negara itu.
"Kami amat bersemangat untuk melanjutkan teknologi Barix yang terbukti kemampuannya sebagai penghalang ke arah produksi massal," kata Martin Rosenblum, wakil kepala operasi dan teknik Vitex. "Bersama PNNL kami akan berupaya menciptakan sebuah produk yang dapat membantu meringankan ketergantungan masyarakat terhadap minyak dan meningkatkan akses terhadap sumber energi terbarukan yang berlimpah, yaitu matahari.
Untuk mengembangkan teknologi tersebut, Departemen Energi Amerika Serikat telah mengucurkan dana sekitar US$ 350 ribu kepada PNNL. Tahun lalu departemen tersebut mengumumkan telah mengalokasikan dana US$ 1,5 juta dari dana Energy Efficiency and Renewable Energy Technology Commercialization Fund untuk proyek yang dapat membantu mengkomersialkan teknologi pengurangan penggunaan energi atau membuka sumber energi terbarukan.
Energi Surya di Dalam Negeri
Pemanfaatan energi surya juga menjadi target utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam pengembangan sistem energi baru dan terbarukan. Kepala LIPI Umar Anggara Djenie menyatakan sebagai negara tropis, matahari hampir setiap hari menyinari Indonesia.
"Matahari adalah material tepat yang dapat dikembangkan untuk mengubah fenomena ini menjadi energi yang dapat disimpan," kata Umar ketika membuka International Workshop on Advanced Material for New and Renewable Energy (AMNRE), Selasa lalu di Putri Duyung Cottage, Kawasan Ancol, Jakarta.
Banyaknya pegunungan di Indonesia juga membawa peluang untuk mengembangkan teknologi micro hydro terutama di daerah terpencil. "Semua jenis energi ini zero pollutant sehingga membantu bumi kita tetap hijau," kata Umar. "Workshop ini adalah perwujudan komitmen LIPI untuk mencari dan mengembangkan material untuk mencari energi baru dan terbarukan."
Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Syahrul Aiman mengatakan bahwa Pusat Penelitian Fisika LIPI memang tengah mencoba memanfaatkan sinar matahari yang berlimpah. "Pada saat ini kita memang terfokus pada fuel cell, tapi kami sudah menelaah model-model untuk memanfaatkan sinar matahari secara langsung, tidak lagi melalui sel surya yang tergantung dari orang luar," ujarnya.
Salah satu tujuan penyelenggaraan workshop ini adalah untuk mencari poin penting dalam pengembangan sistem energi baru dan terbarukan. LIPI ingin mencari poin penting yang bisa diproduksi di dalam negeri sebelum mengembangkan dan menerapkan bidang material lanjut ini. "Dengan keterbatasan yang ada kita mencari penelitian mana yang dapat dipakai di dalam negeri tanpa membuat kita tergantung pada negara asing," kata Aiman.
Meski sinar matahari berlimpah dan seolah tiada habisnya, hingga saat ini Indonesia belum bisa memanfaatkan energi itu secara maksimal. Potensi energi surya memang besar, tapi teknologi amat mahal karena masih bergantung dari negara luar.
Koordinator kelompok Energi Baru Terbarukan di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Verina J. Wargadalam menyatakan teknologi sel surya dalam negeri jauh tertinggal dibanding negara tetangga. "Riset energi surya itu butuh dana yang tidak sedikit, harus ada dukungan dana yang amat besar dari pemerintah," ujarnya.
Jika Indonesia ingin mengembangkan energi surya, harus ada manufaktur sel surya harus ada. "Saat ini kemampuan ilmuwan kita baru sampai pembuatan modul solar sel, sedangkan sel surya yang menjadi bahan utamanya masih impor," ujar Verina. "Maka salah satu tujuan kami adalah mendorong industri agar mau terlibat dalam proses riset dan pengembangannya."
Tenaga Listrik dari Sinar Mentari
Banyak tokoh lingkungan menyatakan bahwa masa depan lingkungan bumi bergantung pada tenaga listrik surya. Namun, teknologi yang ada masih terlampau mahal dan belum cukup efisien untuk menggantikan bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi.
Isi sel surya
1.Cahaya melepaskan elektron dari dasar lapisan silikon
2.Elektron lain pindah dari contact grid ke lapisan silikon terbawah
3.Elektron mengalir dari lapisan bawah ke paling atas dan kembali ke bagian dasar menembus contact grid logam
4.Contact grid menarik arus listrik untuk digunakan
-Kaca pelindung
-Pelapis antireflektif mencegah cahaya keluar
-Elektron
-Contact grid logam
Sistem photovoltaic rumah
Daerah dengan cuaca yang cerah dan terus-menerus memperoleh sinar matahari, seperti Indonesia dan negara beriklim tropis lainnya, dapat memanfaatkan teknologi ini dengan baik.
Menghubungkan sistem surya ke jaringan listrik
Koneksi ke perusahaan penyedia listrik setempat seperti PLN memungkinkan pemilik rumah menjual kelebihan tenaga surya dari sistem photovoltaic rumahnya dan membelinya ketika membutuhkan.
Panel surya konvensional seperti ini memakan tempat dan membutuhkan biaya yang cukup tinggi.
-Lebih banyak panel dapat ditambahkan untuk meningkatkan kapasitas yang dihasilkan
-Inverter mengubah arus listrik langsung (DC) dari panel surya menjadi arus listrik bolak-balik (AC) untuk penggunaan peralatan rumah tangga
-Kotak sekring
-Bingkai aluminium
-Baterai menyimpan tenaga untuk digunakan di malam hari dan selama pemadaman listrik
-Meteran tenaga listrik (Koran Tempo: 11 Juni 2009)
Kamis, 04 Juni 2009
Pembenahan Arsip Kacau
Sebuah Instansi, baik besar maupun kecil, baik swasta maupun instansi pemerintah pasti mempunyai record dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan. Record itu disebut arsip. Arsip sebagai alat korespodensi surat-menyurat direkam ke dalam berbagai bentuk dan media, seperti kertas (cetakan), film, CD, Kartografi, peta, prasasti dan lain sebagainya.
Arsip ini sangat dibutuhkan sebagai bahan referensi, pertanggung-jawaban instansi (perusahaan) dan juga sebagai bahan bukti dipengadilan. Oleh karena itu arsip sangatlah penting bagi tiap-tiap instansi.
Dan jangka simpan arsip telah diatur oleh Jadwal Retensi Arsip masing-masing Instansi, tiap-tiap arsip mempunyai jangka simpan yang berbeda dengan arsip yang lain. Dan dalam penyusurtan / pengurangan / pemindahan arsip telah diatur dalam PP no. 34 tahun 1979.
Bagi Instansi yang belum dapat melakukan penataan arsip secara teratur pastilah arsipnya tidak terawat dan penyimpanannya tidak teratur. Disimpan dimana saja dan tidak menggunakan sarana yang tepat. Agar arsip dapat dikelola dengan baik perlu dilakukan pembenahan arsip kacau agar arsip dapat ditata dengan rapih dan mudah ditemukan kembali.
Tujuan pembenahan adalah:
1- Menginventarisir dan membuat daftar seluruh arsip;
2- Arsip dapat ditata dengan baik dan benar;
3- Arsip mudah ditemukan kembali dengan cepat dan tepat;
4- Dapat dipilah antara arsip aktif dan arsip inaktif;
5- Agar mudah melakukan penyusutan / pemindahan ke Unit Kearsipan (record center).
Langkah-langkah yang dilakukan dalam pembenahan arsip adalah sebagai berikut:
1- Mengumpulkan seluruh arsip.
Arsip-arsip yang tidak teratur baik yang berada di bawa meja atau ditempat lain, yang bertuan dan tidak bertuan dikumpulkan disatu tempat. Kecuali arsip-arsip yang telah tertata rapih dan mempunyai daftar.
2- Menyiangi arsip.
Arsip tidak teratur harus terlebih dahulu disiangi dari non arsip atau membuang sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan arsip seperti; map kosong, amplop, blanko, kardus berkas, plastik-plastik dan lain sebagainya, hal ini dimaksudkan agar arsip menjadi bersih dan dapat diber diberkaskan dengan baik.
3- Memilah arsip
Arsip-arsip yang telah terkumpul harus dipilah-pilah berdasarkan tahun terbitnya dan dipilah berdasarkan Unit kerja pencipta arsip.
4- Menyatukan berkas
Berkas adalah kumpulan surat-surat yang mempunyai kesamaan masalah atau kegiatan yang saling berhubungan. Berkas ada yang berkelompok dan pula yang tuggal. Berkas yang berkelompok terdiri dari beberapa item seperti arsip pendukung yang berkaitan yang mempunyai kesamaan masalah atau kegiatan dan lampiran-lampirannya. Apabila arsip yang berkelompok tidak menyatu atau terpisah dengan item yang lain maka harus dicari dan satukan sehingga menjadi berkas yang utuh.
5- Memasukkan berkas kedalam folder arsip
Folder adalah maf arsip yang mempunyai tab / telinga di sebelah kakan atas pada sisi belakang folder. Pada tab ini di tulis judul / nama berkas. Folder ini hanya diisi dengan satu berkas meskipun berkas tunggal (hanya satu lembar).
6- Mencatat / membuat daftar arsip
Berkas yang telah dimasukkan ke dalam folder dicatat dalam Daftar Arsip secara berurutan sesuai dengan tahun arsip dan klasifikasi masalah. Daftar arsip terdiri dari beberapa kelompok arsip. Daftar Arsip Aktif, Daftar arsip in aktif atau daftar arsip yang diserahkan.
Daftar arsip aktif adalah daftar catatan arsip-arsip yang masih aktif yaitu arsip yang masih digunakan secara langsung dan terus menerus dan masih dalam proses tindak lanjut. Daftar arsip in aktif adalah daftar catatan arsip yang frekuensi penggunaannya sudah menurun, daftar ini digunakan sebagai acuan untuk melakuakan penyusutan arip. Sedangkan daftar arsip yang akan diserahkan adalah daftar arsip statis yang akan diserahkan ke Arsip Nasional sebagai lembaga kearsipan nasional yang menyimpan arsip statis yang mengandung nilai guna skunder.
Kegunaan daftar arsip adalah :
- Sebagai alat kontrol keberadaan arsip;
- Sebagai catatan inventaris arsip;
- Untuk memudahkan penyusutan;
Informasi yang dicatat dalam daftar arsip;
- Judul Daftar
- Unit Pengolah
- Nomor urut
- Kode Klasifikasi
- Uraian singkat
- Tahun arsip
- Jumlah berkas
- Keterangan
7- Menata arsip pada lemari atau rak arsip
Berkas-berkas yang telah menyatu disimpan dan ditata dalam lemari arsip / filling kabinet yang dapat menyimpan folder dengan posisi tergantung dalam kotak / laci arsip. Posisi folder disusun berurutan dari depan kebelakang dengan sesuai klasifikasi maslah arsip. Penataan ini hanya khusus untuk arsip aktif sedangkan arsip in aktif akan ditata dengan cara yang berbeda di Unit Kearsipan (record center). Folder Arsip in aktif tidak disimpan dalam maf gantung dalam filing kabinet tetapi dimasukkan kedalam box arsip dan diletakkan pada rak terbuka.
Arsip ini sangat dibutuhkan sebagai bahan referensi, pertanggung-jawaban instansi (perusahaan) dan juga sebagai bahan bukti dipengadilan. Oleh karena itu arsip sangatlah penting bagi tiap-tiap instansi.
Dan jangka simpan arsip telah diatur oleh Jadwal Retensi Arsip masing-masing Instansi, tiap-tiap arsip mempunyai jangka simpan yang berbeda dengan arsip yang lain. Dan dalam penyusurtan / pengurangan / pemindahan arsip telah diatur dalam PP no. 34 tahun 1979.
Bagi Instansi yang belum dapat melakukan penataan arsip secara teratur pastilah arsipnya tidak terawat dan penyimpanannya tidak teratur. Disimpan dimana saja dan tidak menggunakan sarana yang tepat. Agar arsip dapat dikelola dengan baik perlu dilakukan pembenahan arsip kacau agar arsip dapat ditata dengan rapih dan mudah ditemukan kembali.
Tujuan pembenahan adalah:
1- Menginventarisir dan membuat daftar seluruh arsip;
2- Arsip dapat ditata dengan baik dan benar;
3- Arsip mudah ditemukan kembali dengan cepat dan tepat;
4- Dapat dipilah antara arsip aktif dan arsip inaktif;
5- Agar mudah melakukan penyusutan / pemindahan ke Unit Kearsipan (record center).
Langkah-langkah yang dilakukan dalam pembenahan arsip adalah sebagai berikut:
1- Mengumpulkan seluruh arsip.
Arsip-arsip yang tidak teratur baik yang berada di bawa meja atau ditempat lain, yang bertuan dan tidak bertuan dikumpulkan disatu tempat. Kecuali arsip-arsip yang telah tertata rapih dan mempunyai daftar.
2- Menyiangi arsip.
Arsip tidak teratur harus terlebih dahulu disiangi dari non arsip atau membuang sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan arsip seperti; map kosong, amplop, blanko, kardus berkas, plastik-plastik dan lain sebagainya, hal ini dimaksudkan agar arsip menjadi bersih dan dapat diber diberkaskan dengan baik.
3- Memilah arsip
Arsip-arsip yang telah terkumpul harus dipilah-pilah berdasarkan tahun terbitnya dan dipilah berdasarkan Unit kerja pencipta arsip.
4- Menyatukan berkas
Berkas adalah kumpulan surat-surat yang mempunyai kesamaan masalah atau kegiatan yang saling berhubungan. Berkas ada yang berkelompok dan pula yang tuggal. Berkas yang berkelompok terdiri dari beberapa item seperti arsip pendukung yang berkaitan yang mempunyai kesamaan masalah atau kegiatan dan lampiran-lampirannya. Apabila arsip yang berkelompok tidak menyatu atau terpisah dengan item yang lain maka harus dicari dan satukan sehingga menjadi berkas yang utuh.
5- Memasukkan berkas kedalam folder arsip
Folder adalah maf arsip yang mempunyai tab / telinga di sebelah kakan atas pada sisi belakang folder. Pada tab ini di tulis judul / nama berkas. Folder ini hanya diisi dengan satu berkas meskipun berkas tunggal (hanya satu lembar).
6- Mencatat / membuat daftar arsip
Berkas yang telah dimasukkan ke dalam folder dicatat dalam Daftar Arsip secara berurutan sesuai dengan tahun arsip dan klasifikasi masalah. Daftar arsip terdiri dari beberapa kelompok arsip. Daftar Arsip Aktif, Daftar arsip in aktif atau daftar arsip yang diserahkan.
Daftar arsip aktif adalah daftar catatan arsip-arsip yang masih aktif yaitu arsip yang masih digunakan secara langsung dan terus menerus dan masih dalam proses tindak lanjut. Daftar arsip in aktif adalah daftar catatan arsip yang frekuensi penggunaannya sudah menurun, daftar ini digunakan sebagai acuan untuk melakuakan penyusutan arip. Sedangkan daftar arsip yang akan diserahkan adalah daftar arsip statis yang akan diserahkan ke Arsip Nasional sebagai lembaga kearsipan nasional yang menyimpan arsip statis yang mengandung nilai guna skunder.
Kegunaan daftar arsip adalah :
- Sebagai alat kontrol keberadaan arsip;
- Sebagai catatan inventaris arsip;
- Untuk memudahkan penyusutan;
Informasi yang dicatat dalam daftar arsip;
- Judul Daftar
- Unit Pengolah
- Nomor urut
- Kode Klasifikasi
- Uraian singkat
- Tahun arsip
- Jumlah berkas
- Keterangan
7- Menata arsip pada lemari atau rak arsip
Berkas-berkas yang telah menyatu disimpan dan ditata dalam lemari arsip / filling kabinet yang dapat menyimpan folder dengan posisi tergantung dalam kotak / laci arsip. Posisi folder disusun berurutan dari depan kebelakang dengan sesuai klasifikasi maslah arsip. Penataan ini hanya khusus untuk arsip aktif sedangkan arsip in aktif akan ditata dengan cara yang berbeda di Unit Kearsipan (record center). Folder Arsip in aktif tidak disimpan dalam maf gantung dalam filing kabinet tetapi dimasukkan kedalam box arsip dan diletakkan pada rak terbuka.
Langganan:
Postingan (Atom)
