Rabu, 12 Agustus 2009

Korban di Temanggung Bukan Noor Din

"Polisi Indonesia sudah datang ke Johor, Malaysia, untuk mengambil air liur anak Noor Din."

JAKARTA -- Kontroversi kematian gembong teroris Noor Din Mohammad Top mulai menemukan titik terang. Menurut keluarga Noor Din, korban yang tewas akibat serbuan pasukan Detasemen Khusus 88 Antiteror di Dusun Beji, Desa Kedu, Temanggung, bukan Noor Din.

Juru bicara keluarga Noor Din di Malaysia, Badarudin Ismail, memperoleh informasi dari polisi Indonesia bahwa korban terbunuh di Temanggung, Jawa Tengah, memang bukan Noor Din. "Antara Reno atau Ibrohim alias Boim," kata Badarudin saat dihubungi Tempo kemarin.

Badarudin menuturkan, informasi yang dia terima dari polisi, Reno terlibat dalam Bom Bali I pada 2002. Reno alias Tedi ada di bawah komando Noor Din. Reno disinyalir pintar merakit bom dam mendapat didikan langsung dari Dr Azahari, dalang teror bom Bali yang tewas ditembak di Batu, Jawa Timur.
Adapun Boim, kata Badarudin, adalah penata bunga di Hotel Ritz-Carlton dan dituding membantu menyelundupkan bahan peledak. Dia menghilang setelah terjadi ledakan pada 17 Juli lalu, yang merusak Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di Jakarta serta menewaskan sembilan orang.

Soal ketidakcocokan ciri-ciri korban tewas di Temanggung dengan Noor Din juga disampaikan media massa Malaysia kemarin. Harian Utusan Malaysia mewartakan bahwa korban tewas itu bukan sang teroris yang selama ini dicari. "Noor Din belum terbunuh," tulis harian itu mengutip pengamat terorisme internasional, Rohan Gunaratna.

Badarudin, seperti dikutip kantor berita Bernama, juga menyatakan, berdasarkan sidik jari dan foto muka, lelaki yang ditembak mati Densus 88 itu sama sekali tak mirip Noor Din. "Istri Noor Din, Rahmah, yakin lelaki yang ditembak itu bukan suaminya karena struktur wajahnya berbeda sekali dengan Noor Din," tulis Utusan Malaysia.

Di Malaysia juga beredar kabar bahwa hasil tes DNA korban di Temanggung itu tak cocok dengan DNA Noor Din. "Polisi Indonesia sudah datang ke Johor, Malaysia, untuk mengambil air liur anak Noor Din yang berusia 10 tahun," ujar Badarudin. "Tapi, kalau memang cocok, istri dan tiga anak Noor Din, yaitu satu laki-laki dan dua perempuan, akan datang ke Indonesia untuk tes DNA lagi. Kalau masih cocok, jenazah Noor Din akan dibawa ke Malaysia."

Pendapat senada ditulis harian berbahasa Inggris, The New Straits Times, yang mengutip pengamat Sidney Jones dari International Crisis Group. "Foto korban yang tewas itu sama sekali tak mirip Noor Din," kata Sidney seperti dikutip harian itu.
Polisi hingga kemarin tak mau menjelaskan soal siapa korban penggerebekan di Temanggung itu. Meskipun telah melakukan uji DNA, sidik jari, dan otopsi, mereka memilih bungkam. "Hasilnya akan muncul kira-kira sepekan lagi," kata Kepala Rumah Sakit Polri Kramatjati Brigadir Jenderal Aidy Rawas kepada Tempo kemarin.

Dia enggan mengungkapkan identitas jasad itu. "Itu bukan kewenangan Rumah Sakit. Nanti yang mengumumkan hasilnya adalah Mabes Polri," ujar Aidy. Faisal Assegaf | Akmal Nasery Basral | Nur Rochmi | Bernama (Koran Tempo)

Senin, 10 Agustus 2009

ZAKAT UNTUK KEADILAN SOSIAL

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu menjadi ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (At-Taubah : 103)

Dalam ajaran Islam, doktrin zakat tidak hanya dipahami sebagai sebuah ibadah yang mencerminkan ketaatan dan hubungan khusus seorang hamba dengan Tuhannya, tetapi juga dipahami sebagai sebuah amalan sosial, ibadah ijtima’iyah, yang memiliki fungsi dan dampak sosial ekonomi dalam bangunan masyarakat muslim. Idealnya, doktrin zakat ini merupakan salah satu solusi bagi problem sosial ummat Islam yang paling akut; kemiskinan.
Namun dalam kenyataannya, zakat lebih berfungsi sebagai slogan dan retorika keagamaan, namun kehilangan darah untuk mensolusi problema kemiskinan. Alih-alih untuk menjadi solusi alternatif, tidak jarang, pengelolaan zakat di tengah-tengah masyarakat Islam Indonesia merupakan permasalahan tersendiri. Islam merupakan agama yang multi-dimensional. Islam memberikan pandangan, keyakinan, dan jalan hidup bagi umat manusia agar mampu mengatasi segala masalah di dunia, dan mengantarkannya kepada kehidupan kekal bahagia di akhirat kelak. Dalam konteks inilah Islam memberikan tekanan pada keseimbangan kehidupan, yakni memandang kehidupan di dunia sama pentingnya dengan kehidupan di akhirat kelak. Selain itu, Islam pun memandang kehidupan individu sama pentingnya dengan pembangunan kehidupan sosial, mencari natkah untuk kehidupan dunia sama pentingnya dengan pergi ke masjid untuk beribadah. Islam tidak melarang penganutnya untuk berusaha mencari harta, hanya saja ketika seseorang sudah berhasil mendapatkan harta, maka harus diingat bahwa di dalam harta itu terdapat hak yang harus diberikan kepada mereka yang kurang beruntung dan terjerat dalam kemiskinan .
Dengan demikian Islam adalah agama yang menawarkan pandangan hidup seimbang dan terpadu untuk mengantarkan kepada kebahagiaan hidup melalui aktualisasi keadilan sosio-ekonomi dan persaudaraan dalam masyarakat. Di sisi lain, Islam juga mempunyai misi untuk menegakkan keharmonisan antara kebutuhan moral dan material. Islam pun menyampaikan ajaran bahwa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia harus bekerja keras supaya terhindar dari kemiskinan dan dapat mencukupi kebutuhan dirinya, dan lebih lanjut agar dapat mengeluarkan zakat serta sedekah. Dalam Islam, mereka yang tidak berkecukupan mempunyai hak sosial atas kebutuhan mereka sebagaimana dijelaskan: "Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, terdapat bagian bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta)." Pada ayat lain dijelaskan: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Implikasi dari pernyataan hukum bahwa zakat adalah wajib, menjadikan posisi zakat disejajarkan dengan posisi hukum shalat dalam rukun Islam . Dengan kata lain, melaksanakan shalat sama wajibnya dengan mengeluarkan zakat, hanya saja shalat merupakan kewajiban individual sedang zakat merupakan kewajiban sosial. Di dalam al-Quran penyebutan zakat selalu diparalelkan dengan shalat, sehingga sering ditafsirkan dalam suatu hubungan vertikal dan horisontal, bahwa shalat menyangkut hubungan hamba dengan Allah (hablum minallah) sedangkan zakat menyangkut hubungan dengan manusia sekaligus hubungan dengan Allah (hablum minallah wa hablum minannas). Maka, dalam sistem rukun Islam, baik shalat maupun zakat dianggap sebagai pilar agama. Dengan demikian, posisi shalat dan zakat dalam pandangan Islam memegang peranan sentral sebagai pilar penegak ajaran Islam di muka bumi. Pandangan ini juga menyiratkan bahwa Islam mengedepankan kepentingan individu di satu sisi, dan tidak mengabaikan kepentingan sosial karena menurut fitrahnya manusia adalah makhluk sosial.
(Zamahsari, Dosen FE UHAMKA)

Jumat, 31 Juli 2009

Hasiat Bunga matahari (Helianthus annuus L.)

Bunga Matahari berhasiat untuk mengobati : sakit kepala, radang payudara (mastitis), reumatik, disentri, sulit buang air besar dan kecil.
Herba yang umumnya kurang dari setahun ini tumbuhnya tegak dengan tinggi 1-3 meter. Berbatang basah dan berbulu, daunnya tunggal. Bunganya besar dengan mahkota berbentuk pita berwarna kuning di sepanjang cawannya. Di tengahnya terdapat bunga-bunga kecil berwarna coklat

Untuk obat sakit kepala.
25-30 gram bunga dan 1 butir telur ayam utuh, direbus dealam 3 gelas air hingga tersisa ½ gelas. Minum sesudah makan 2x sehari.
Untuk obat radang payudara.
Kepala bunga (tanpa biji) dipotong halus kemudian dijemur. Setelah kering disangrai sampai hangus lalu ditumbuk halus. Untuk setiap kali minum 10-15 gram ramuan dicampur dengan arak putih, gula, air hangat. Diminum 3x sehari. Minum pertama kali harus sampai keluar keringat bila perlu pakai selimut agar keluar keringat.
Untuk obat reumatik, kepala bunga dogodok (kanji), ditempelkan pada gian yang sakit.
Untuk obat disentri, 30 gram biji diseduh, ditim selama satu jam. Setelah diangkat tambahkan gula batu secukupnya, lalu diminum.
Untuk obat sulit buang air besar dan kecil, 15-30 gram akar bunga matahari segar direbus, lalu diminum.
Untuk obat inpeksi saluran kencing. Rebus 30 gram akar bunga matahari, menjelang mendidih akan dan diminum.
Komposisi:
Bunga matahari mengandung Quercimeritrin, helianthoside A,B,C, oleanolicacid.
Bijinya mengandung a sitostrerol, prostaglandin E, clorogenic acid, quinic acid, phytin, 3,4 benzopyrene.

Sabtu, 25 Juli 2009

Antara Michael Jackson & Syahidah Marwa al-Sharbini



Saya sedih, bukan karena kematian MJ yang dipuja jutaan orang di dunia. Tapi saya sedih, karena pada saat yang sama, berlangsung perkebumian seorang muslimah yang Insya Allah menjadi seorang syahidah karena mempertahankan jilbabnya. Marwa Al-Sharbini, seorang ibu satu anak yang sedang mengandung tiga bulan, syahid akibat ditikam sebanyak 18 kali oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia yang anti-Islam dan anti-`Muslim. Tapi berita ini, sama sekali tidak saya temukan di tv-tv kita , negara yang majaroti penduduknya Muslim, bahkan mungkin, tak banyak dari kita yang tahu akan peristiwa yang menimpa Marwa Al-Sharbini.
Ribuan orang di Mesir yang mengantar jenazah Marwa Al-Sharbini ke tempat istirihatnya yang terakhir, memang mungkin banyak orang yang menangisi kepergian Michael Jackson. Marwa hanya seorang ibu dan bukan superstar seperti MJ. Tapi kepergian Marwa Al-Sharbini adalah lambang jihad seorang muslim. Marwa Al- Sharbini mempertahankan harga dirinya sebagai seorang Muslimah yang mematuhi ajaran agamanya meski pun untuk itu ia kehilangan nyawanya.

Marwa Al-Sharbini ditikam di ruang sidang kota Dresden , Jerman saat akan memberikan kesaksian atas ancaman terhadapnya . Ia mengadukan sorang pemuda Jerman bernama Alex W yang kerap menyebutnya “teroris” hanya karena ia mengenakan jilbab. Dalam suatu kesempatan, pemuda itu bahkan pernah menyerang Marwa dan berusaha melepas jilbab Muslimah asal Mesir itu. Di persidangan itulah, Alex kembali menyerang Marwa, kali ini ia menikam Marwa Al-Sharbini berkali-kali. Suami Marwa yang berusaha melindungi isterinya, malah terkena tembakan pehak berkuasa keamanan pengadilan yang berdalih tak sengaja menembak suami Marwa yang kini dalam kondisi kritis di rumah sakit Dresden .

Peristiwa ini sepi dari pemberitaan di media massa Jerman dan mungkin dari pemberitaan media massa asing dunia karena yang menjadi korban adalah seorang muslimah yang dibunuh oleh orang Barat yang anti-Islam dan anti-Muslim. Situasinya mungkin akan berbeza jika yang menjadi korban adalah satu orang Jerman atau orang Barat yang dibunuh oleh seorang ektrimis Islam. Beritanya dipastikan akan gempar dan mendunia.

Itulah sebabnya, mengapa di tv-tv kita cuma sebuk dengan pemberitaan pemakaman Michael Jackson yang mengharu biru itu. Tak ada berita pemakaman Syahidah Marwa Al-Sharbini yang mendapat sebutan “Pahlwan Jilbab”. Tak ada protes dunia Islam atas kematiannya. Tak ada tangisan kaum muslimin dunia untuknya. Tapi tak mengapa Marwa Al-Sharbini, karena engkau akan mendapatkan tempat yang paling mulia di sisiNya ALLAH SWT . Seiring doa dari orang-orang yang mencintaimu. Selamat jalan saudariku, maafkan kami jika kurang peduli …(email-dari "ees mif"

Kamis, 23 Juli 2009

Resep Menepis Bosan pada Pasangan Muslim

Bagi pasangan yang baru saja mengayuh biduk rumah tangga, mungkin perasaan bosan belum menjangkiti hati. Masih banyak pemakluman yang disematkan. Masih banyak toleransi yang direntangkan, manakala melihat pasangan melakukan hal-hal yang tidak berkenan. Kita pun masih tersenyum, manakala ia datang membawa sesuatu yang membuat kita lupa akan tingkahnya yang menjengkelkan.

Namun, bagaimana bila seiring dengan berjalannya waktu, pemakluman itu tak lagi ada? Kata-kata yang diucapkannya pun tak lagi menjadi penawar atas gundah yang berkecamuk di hati. Lisannya justru menjadi pemicu akan kemarahan yang sudah lama bertumpuk. Kehadirannya justru menjadi pemandangan yang menyebalkan. Akhirnya, pertemuan demi pertemuan hanyalah sebuah rutinitas karena memang tidak ada tempat pulang yang ‘harusnya’ kecuali rumah. Akhirnya, hanya ada satu kata yang mengemuka: bosan!


Sejatinya, bosan merupakan akibat yang muncul dari permasalahan yang selalu datang berulang tetapi tidak kunjung menemui penyelesaian yang tuntas. Ada baiknya, kita tidak perlu terlalu fokus pada kejenuhan yang dirasakan, tetapi justru berusaha menyelesaikan permasalahan yang menjadi biang keladi.

Putuskan dalam Hati

Berupaya menemukan jalan keluar dari permasalahan yang berlarut-larut memang bukan perkara mudah. Kadang, kita terlanjur menarik kesimpulan sendiri akan jawaban atau sikap yang akan dihadirkan pasangan. Tentunya, ini bukanlah penyikapan terhadap masalah yang baik. Membiarkan diri kita selalu mendengar ungkapan negatif versi perasaan kita sendiri, akan menyeret kita pada suasana hati yang buruk dan penuh prasangka.

Cobalah sesekali untuk memberi ruang bagi jawaban atau sikap pasangan. Karena, untuk merasa bahagia, bingung, kecewa, sedih, marah bahkan jenuh adalah masalah keputusan yang dibuat dalam hati kita sendiri. Bila kita memutuskan untuk melapangkan dada, mendengar jawaban atau menyaksikan sikap yang ditampakkan oleh pasangan, maka kita pun tidak akan merasa kecewa atau marah terhadap respon yang diberikan olehnya. Bahkan, bila kita telah memutuskan untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi, bukan mustahil, Allah Subhanahu wa Ta’ ala (SWT) akan memudahkan jalan keluarnya.

Kita adalah apa yang kita pikirkan. Bila kita berpikir bahwa masalah itu sudah berurat-akar dan tak dapat diselesaikan, maka akan seperti itu pulalah keadaan hubungan kita dengan pasangan. Penuh rasa kecewa, bosan, dan terperangkap pada rutinitas kewajiban. Itulah sebabnya, hindari membiarkan perasaan kita menjadi sesuatu yang sulit dipahami oleh Anda dan pasangan. Buatlah keputusan bahwa masalah kita akan berakhir dengan baik dan mendatangkan kebahagiaan.

Bosan pun bisa dihindari dengan tindakan yang kita ambil. Aktivitas yang monoton dengan lawan interaksi yang tak berubah, sangat potensial untuk memicu kejenuhan. Karena itu, interaksi yang saling mengisi, mengerti, dan dikemas dalam pola yang baru, diharapkan mampu menjadi jurus yang ampuh untuk mengimbangi kecenderungan merasa jenuh. Artinya, dalam keseharian, perlu adanya inisiatif dari masing-masing pihak untuk mengatasi pemicu kebosanan dengan rasa saling mengisi.

Mencoba Mengerti

Inisitiaf ini tentu tak akan muncul, bila tidak didasari oleh terbangunnya rasa pengertian di antara pasangan. Masalah pun akan terlihat lebih jelas, bila kedua belah pihak mau sejenak berhenti menomorsatukan perasaan masing-masing dan mengerti apa yang dirasakan oleh pasangannya.

Terkadang, kita adalah orang yang sangat membutuhkan pengertian. Hidup bersama orang yang tidak mau mengerti kita, tentu hidup akan terasa tidak masuk akal. Apapun yang kita lakukan adalah kesalahan. Dengan adanya pasangan yang senantiasa berusaha mengerti dan mengisi, kita akan merasa ditemani. Selain itu, merasa bahwa apa yang kita lakukan juga dapat membahagiakan orang lain.

Begitu pula sebaliknya, apa yang dirasakan suami atau isteri kita. Bila kita berusaha memahami bahwa apa yang dilakukannya adalah untuk memberikan yang terbaik, tentu ia akan bersemangat dan berusaha melakukan hal yang baik itu menjadi lebih baik. Inilah yang akan menghindarkan kehidupan berumahtangga dari kejenuhan.

Cobalah kita cermati sejenak, tindakan yang diambil oleh Rasulullah SAW saat menemani Aisyah RA. Saat itu Aisyah RA melakukan hal yang bagi sebagian orang mungkin tidak masuk akal dan kekanakkan.

Aisyah RA berkata, "Demi Allah, aku pernah melihat Rasulullah SAW berada di pintu kamarku, sedangkan saat itu di dalam masjid ada beberapa orang Habsyi (Abyssinia) yang sedang bermain tombak. Rasulullah SAW pun kemudian menutupiku dengan selendangnya agar aku tidak terlihat oleh orang banyak, tapi aku dapat melihat permainan mereka. Aku sandarkan wajahku di antara bahu dan telinga beliau dengan menempel di pipi beliau, kemudian beliau bersabda, “Wahai Aisyah, apakah engkau sudah puas?” Aku menjawab, “Belum.” Dan aku tetap melihat permainan itu dari tempatku berdiri sampai aku merasa puas."

Dalam riwayat lain disebutkan, "Beliau tetap berdiri karena menemaniku (Aisyah) melihat permainan itu hingga aku puas, lalu aku pergi meninggalkan permainan itu, maka perkirakanlah dengan perkiraan wanita remaja yang masih senang melihat permainan." (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Agar istrinya mendapatkan hiburan dan merasa senang, Rasulullah SAW tak merasa rugi meluangkan waktu sejenak untuk menemani Aisyah RA melakukan sesuatu yang mungkin bagi sebagian orang “sudah lewat masanya”. Nah, agar Anda dan pasangan tak dihantui rasa bosan, bagaimana jika bersama-sama melakukan hal yang tidak biasa?

Rasulullah SAW dalam berbagai Hadits yang masyhur menggambarkan betapa beliau sangat menjaga mood isteri-isterinya. Beliau senantiasa melakukan hal-hal kecil yang membuat rumahtangga beliau selalu terlihat cerah setiap harinya. Siapa pun tak akan mampu menyembunyikan rasa ketersanjungan manakala diperlakukan laksana Rasulullah SAW memperlakukan Shafiyah binti Huyay. Dengan lembut, Rasulullah SAW menyediakan pahanya untuk dijadikan injakan Shafiyah, saat isteri beliau tersebut hendak menaiki kuda tunggangannya. Jadi, meskipun Anda tahu bahwa suami Anda bisa merapikan jenggotnya sendiri atau isteri Anda bisa membuka pintu mobil sendiri, apa salahnya jika suatu saat Anda yang melakukan hal tersebut untuknya?

Nah, bila rasa bosan sudah mulai menghinggapi denyut keseharian Anda dan pasangan, marilah bersama kembali pada sunnah Rasul-Nya. Yaitu sunnah untuk mendengarkan apapun yang disampaikannya, berprasangka baik, berinsiatif untuk melakukan hal-hal yang membuatnya gembira, dan menjadikannya satu-satunya yang terbaik di hati Anda.

Dan jangan lupa, perhatian dan tindakan Anda yang membuatnya merasa paling istimewa, tentu akan membuatnya menjadikan Anda pun orang yang diistimewakannya, setiap saat. (www.hidayatullah.com)

Senin, 13 Juli 2009

Perempuan itu “nafsuin” (BUPATI)

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel yang berjudul “Perempuan itu nafsuin (SEKWILDA)” yang membahas bagaimana seorang perempuan begitu kuat mempengaruhi dan menarik nafsu birahi laki-laki karena melihat daerah buah dada perempuan.
Dan daya tarik seorang perempuan yang paling “sadis” adalah daerah pangkal paha. Dimana tempat itu adalah sebagai tempat persinggahan terakhir bagi birahi. Ketika sepasang laki-laki dan perempuan sedang bercumbu ujung-ujungnya lari ke pangkal paha atau selangkangan. Mulailah tangan yang satu beranjangsana ke daerah wisata terlarang. Padahal yang boleh masuk ke daerah wisata terlarang hanyalah pemilik taman tersebut alias suaminya.


Baru melihat wajah yang cantik saja harsat seorang laki-laki mulai tersentak kaget, apalagi kalau melihat dada yang montok langsung sang hasrat bergelora dalam dada laki-laki. Tetapi ketika melihat pangkal paha hasrat tadi tidak kaget lagi hanya “panas dingin” menahan emosi yang tak karuan. Laki-laki mernjadi gelisah, gerah, sumringah, gairah, amarah dan lain-lain yang ah...ah...ah.... ada pada saat itu.
Sebetulnya yang paling bertanggungjawab dalam persoalan ini adalah perempuan itu sendiri. Karena mereka suka sekali mempertontonkan pahanya yang mulus (kalau yang tidak mulus alias beluek biasanya dicuekin orang). Mereka menutupi pahanya hanya sampai diatas lutut. Hampir separuh perempuan melakukan BUPATI (buka paha tinggi-tinggi) di tempat umum. Hal ini jelas sangat mengundang perhatian kaum adam. Pada saat itulah dimulai niat untuk mengunjungi daerah wisata terlarang. Yang menjadi “salah sasaran” biasanya orang lain, kadang anak dibawah umur. Hal ini diperkuat dengan sering mononton orang BELGIUM (berlaga bugil di depan umum) di CD porno yang dijual bebas dan murah.
Kadang para perempuan menutupi seluruh tubuhnya dengan pakaian yang penuh. Bahkan kepalanya pun mnegenakan kerudung atau jilbab. Tetapi yang menjadi rancu adalah mereka mengenakan celana panjang yang sangat ketat sehingga lekuk tubuhnya jelas terlihat, bahkan “gundukan” selangkangannya pun tampat sangat jelas seolah tidak memakai apapun. Apalagi kalau seluruh pakaian yang dikenakan ketat semua dari dada sampai paha. Body yang montok dan seksi sangat indah dilihat.
Inilah, seperti dikatakan diatas bahwa perempuan juga bertanggung jawab atas terjadi pemerkosaan terhadap perempuan itu sendiri. Karena merekalah yang lebih dahulu memancing birahi laki-laki. Seandainya laki-laki hanya melihat kambing telajang tidaklah mungkin terbangkit birahinya. Emangnya orang mabok.....! nafsu sama kambing.
Untuk mencegah terjadinya perambahan daerah wisata terlarang dan melakukan “kerusakan dimuka bumi”, Rasulullah memperingatkan kepada para pemuda yang telah sanggup berumah tangga hendaknya kawin (menikah). Bagi mereka yang belum sanggup berumah tangga hendaklah mereka berpuasa. Karena puasa mampu menahan gejolak emosi dalam hati. Mampu menahan amarah, mampu menahan gairah seksual, mampu menahan keinginan yang tidak perlu. Tapi dengan syarat puasanya yang benar, yang bisa menahan segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa. Kalau cuma bisa tahan lapar dan haus, itu nama diet. Bukan puasa.
Untuk mencegah agar tidak terjadi perzinahan dan pelecehan seksual maka diingatkan bagi perempuan untuk dapat menjaga kemaluannya untuk tidak di “sebar-luaskan” kepada yang tidak berhak. Disamping itu juga diingatkan kepada para laki-laki untuk menjaga matanya agar tidak “jelalatan” kemana-mana sehingga tidak kesasar (tersesat) di tempat yang salah. Jagalah kehormatan kita.
Sekian penjelasan “perempuan itu nafsuin” yang sangat singkat, semoga bermanfaat. Jangan kemana-mana. Tetap di “Engkong Jaya”.

Selasa, 07 Juli 2009

Perempuan itu “nafsuin” (SEKWILDA)


Artikel ini adalah lanjutan dari artikel yang lalu dengan Judul “Perempuan itu nafsuin (Camat)” yang membahas tentang wajah perempuan yang cantik dapat mengundang nawa nafsu laki-laki.
Selain wajah atau muka, dada perempuan juga menjadi salah satu objek “pariwisata” bagi mata kaum lelaki. Dada yang montok, sekal, tidak ada seorang lelaki yang rela untuk melepaskan begitu saja dari pandangan matanya. Kadang kepala bergeleng karena kagumnya, kadang juga kita menarik nafas agak panjang menahan rasa getar dari frekwensi yang dipancarkan buah dada perempuan tersebut. Nasfu didalam dada kaum laki-laki bergelora, segala macam perasaan ada disana, ya... senang, ya.... kepengen, yang malu-malu juga –karena itu bukan hak kita untuk dilihat- ya.... geregetan, rasanya kepengen “noel” aja, lantas, kadang-kadang mengkhayalkan tentang apa yang ingin kita “perbuat” terhadap “gunung kembar” nan elok itu. Dan kadang secara tak sadar si mulut berucap “Masya Allah.....”, mungkin karena kagum terhadap Tuhan yang telah menciptkan sesuatu itu begitu indahnya dan membuatnya dia tidak berdaya karena. Pokoknya macam-macam deh.

Begitulah. Besar sekali pengaruh “SEKWILDA” (sekitar wilayah dada) perempuan terhadap nafsu seorang laki-laki dewasa yang “normal”. Dan yang paling parah adalah bahwa memang perempuan itu sengaja memakai pakaian yang tidak menutupi buah dadanya secara keluruhan. Disisakan sedikit atasnya saja dan nampaklah belahannya, ada gotnya. Ala....maaaak. rasanya kepengen nyebur aja kedalam got yang empuk itu. Mungkin memang perempuan senang kalau dibilang seksi. Mungkin juga senang diperhatikan oleh kali-laki. Mungkin karena ingin ada yang naksir, lumayan kalau ditaksir rezeki jadi gampang kali.....
Keadaan yang seperti ini, maka jangan salahkan laki-laki kalau sering menggoda. Memang fitrahnya laki-laki senang melihat perempuan cakep. Kalau digodain biasanya perempuan jadi marah atau pura-pura marah. Sok jual mahal maksudnya. Dan dibilanglah laki-laki mata keranjang. Ya kalau matanya dari keranjang ya gak bakal ngerti gituan dong. Itu namanya kurang ajar. Digodain tidak mau tapi menggoda nafsu orang laki-laki mau.
Seharusnya perempuan itu sadar. Bahwa yang demikian itu “merusak” mental bangsa. Bukan hanya laki-laki, anak-anak pun terpaksa mengkonsumsi (melihat) sesuatu yang belum waktunya di”makan” (dilihat). Bagaimana mungkin kita bisa melarang anak-anak supaya gak ngeilat. Lha wong yang kaya gituan “ngejeprah” dimana-mana. Dipasar banyak. Di terminal bejibun. Di jalan gentayangan. Di dalam rumah sendiri (tv). Di internet, apa lagi..... walah..... Pepatah mengatakan “wanita itu tiang negara” wanitanya rusak yahh tiangnya keropok, pada bolong dah tuh tiang. Nabi saw. bersabda “Dunia itu perhiasan, sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang soleh”. Sepengetahuan kita bahwa perhiasan yang baik itu pasti mahal. Kok yang ini murah.....?
Di dalam Al-Quran Allah berfirman : “Wahai para nabi, suruhlah istri-istrimu dan anak perempuanmu memakai kerudung yang menutupi dadanya.........................
Tapi nyatanya perempuan sangat sulit untuk disuruh pakai jilbab, dengan berbagai macam alasan, ada yang bilang belum siap, memangnya tentara harus siap terus. Ada yang bilang repot, memangnya punya anak kembar delapan, anak minta susu semua bapaknya minta susu juga. Ada yang bilang gerah, dikira jilbab itu seperti bui, sempit. Dan macam-macam alasan. Yang jelas..... adalah tidak patuh pada agama. Padahal agama islam telah mewajibkan seperti firman Allah diatas.
Oleh karena itu wahai para perempuan, jagalah buah dadamu yang bagus itu agar tidak jatuh dan diambil oleh orang yang tidak berhak apalagi kalau sampai dimakan. Sebarlah salam dan senyum, sekali-kali janganlah menyebarkan hawa nafsu. Karena selalu dapat dipastikan bahwa perempuanlah yang menjadi korban nafsu syetan.
Saya kira sekian dulu pembahasan tentang nafsu, Insya Allah lain waktu akan dilanjutkan dengan judul Perempuan itu “nafsuin” (BUPATI). Jangan kemana-mana. Tetap di “Engkong Jaya”.

mari tukar bener

Kong Jaya
YANG MAU TUKAR BENNERKU SILAHKAN AMBIL

Kumpul Blogger

Berita Bagus yang Sekarang ini

Cari Blog Ini

7321tamo,gnorbmej,awijajar,igalapul