Jumat, 31 Juli 2009

Hasiat Bunga matahari (Helianthus annuus L.)

Bunga Matahari berhasiat untuk mengobati : sakit kepala, radang payudara (mastitis), reumatik, disentri, sulit buang air besar dan kecil.
Herba yang umumnya kurang dari setahun ini tumbuhnya tegak dengan tinggi 1-3 meter. Berbatang basah dan berbulu, daunnya tunggal. Bunganya besar dengan mahkota berbentuk pita berwarna kuning di sepanjang cawannya. Di tengahnya terdapat bunga-bunga kecil berwarna coklat

Untuk obat sakit kepala.
25-30 gram bunga dan 1 butir telur ayam utuh, direbus dealam 3 gelas air hingga tersisa ½ gelas. Minum sesudah makan 2x sehari.
Untuk obat radang payudara.
Kepala bunga (tanpa biji) dipotong halus kemudian dijemur. Setelah kering disangrai sampai hangus lalu ditumbuk halus. Untuk setiap kali minum 10-15 gram ramuan dicampur dengan arak putih, gula, air hangat. Diminum 3x sehari. Minum pertama kali harus sampai keluar keringat bila perlu pakai selimut agar keluar keringat.
Untuk obat reumatik, kepala bunga dogodok (kanji), ditempelkan pada gian yang sakit.
Untuk obat disentri, 30 gram biji diseduh, ditim selama satu jam. Setelah diangkat tambahkan gula batu secukupnya, lalu diminum.
Untuk obat sulit buang air besar dan kecil, 15-30 gram akar bunga matahari segar direbus, lalu diminum.
Untuk obat inpeksi saluran kencing. Rebus 30 gram akar bunga matahari, menjelang mendidih akan dan diminum.
Komposisi:
Bunga matahari mengandung Quercimeritrin, helianthoside A,B,C, oleanolicacid.
Bijinya mengandung a sitostrerol, prostaglandin E, clorogenic acid, quinic acid, phytin, 3,4 benzopyrene.

Sabtu, 25 Juli 2009

Antara Michael Jackson & Syahidah Marwa al-Sharbini



Saya sedih, bukan karena kematian MJ yang dipuja jutaan orang di dunia. Tapi saya sedih, karena pada saat yang sama, berlangsung perkebumian seorang muslimah yang Insya Allah menjadi seorang syahidah karena mempertahankan jilbabnya. Marwa Al-Sharbini, seorang ibu satu anak yang sedang mengandung tiga bulan, syahid akibat ditikam sebanyak 18 kali oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia yang anti-Islam dan anti-`Muslim. Tapi berita ini, sama sekali tidak saya temukan di tv-tv kita , negara yang majaroti penduduknya Muslim, bahkan mungkin, tak banyak dari kita yang tahu akan peristiwa yang menimpa Marwa Al-Sharbini.
Ribuan orang di Mesir yang mengantar jenazah Marwa Al-Sharbini ke tempat istirihatnya yang terakhir, memang mungkin banyak orang yang menangisi kepergian Michael Jackson. Marwa hanya seorang ibu dan bukan superstar seperti MJ. Tapi kepergian Marwa Al-Sharbini adalah lambang jihad seorang muslim. Marwa Al- Sharbini mempertahankan harga dirinya sebagai seorang Muslimah yang mematuhi ajaran agamanya meski pun untuk itu ia kehilangan nyawanya.

Marwa Al-Sharbini ditikam di ruang sidang kota Dresden , Jerman saat akan memberikan kesaksian atas ancaman terhadapnya . Ia mengadukan sorang pemuda Jerman bernama Alex W yang kerap menyebutnya “teroris” hanya karena ia mengenakan jilbab. Dalam suatu kesempatan, pemuda itu bahkan pernah menyerang Marwa dan berusaha melepas jilbab Muslimah asal Mesir itu. Di persidangan itulah, Alex kembali menyerang Marwa, kali ini ia menikam Marwa Al-Sharbini berkali-kali. Suami Marwa yang berusaha melindungi isterinya, malah terkena tembakan pehak berkuasa keamanan pengadilan yang berdalih tak sengaja menembak suami Marwa yang kini dalam kondisi kritis di rumah sakit Dresden .

Peristiwa ini sepi dari pemberitaan di media massa Jerman dan mungkin dari pemberitaan media massa asing dunia karena yang menjadi korban adalah seorang muslimah yang dibunuh oleh orang Barat yang anti-Islam dan anti-Muslim. Situasinya mungkin akan berbeza jika yang menjadi korban adalah satu orang Jerman atau orang Barat yang dibunuh oleh seorang ektrimis Islam. Beritanya dipastikan akan gempar dan mendunia.

Itulah sebabnya, mengapa di tv-tv kita cuma sebuk dengan pemberitaan pemakaman Michael Jackson yang mengharu biru itu. Tak ada berita pemakaman Syahidah Marwa Al-Sharbini yang mendapat sebutan “Pahlwan Jilbab”. Tak ada protes dunia Islam atas kematiannya. Tak ada tangisan kaum muslimin dunia untuknya. Tapi tak mengapa Marwa Al-Sharbini, karena engkau akan mendapatkan tempat yang paling mulia di sisiNya ALLAH SWT . Seiring doa dari orang-orang yang mencintaimu. Selamat jalan saudariku, maafkan kami jika kurang peduli …(email-dari "ees mif"

Kamis, 23 Juli 2009

Resep Menepis Bosan pada Pasangan Muslim

Bagi pasangan yang baru saja mengayuh biduk rumah tangga, mungkin perasaan bosan belum menjangkiti hati. Masih banyak pemakluman yang disematkan. Masih banyak toleransi yang direntangkan, manakala melihat pasangan melakukan hal-hal yang tidak berkenan. Kita pun masih tersenyum, manakala ia datang membawa sesuatu yang membuat kita lupa akan tingkahnya yang menjengkelkan.

Namun, bagaimana bila seiring dengan berjalannya waktu, pemakluman itu tak lagi ada? Kata-kata yang diucapkannya pun tak lagi menjadi penawar atas gundah yang berkecamuk di hati. Lisannya justru menjadi pemicu akan kemarahan yang sudah lama bertumpuk. Kehadirannya justru menjadi pemandangan yang menyebalkan. Akhirnya, pertemuan demi pertemuan hanyalah sebuah rutinitas karena memang tidak ada tempat pulang yang ‘harusnya’ kecuali rumah. Akhirnya, hanya ada satu kata yang mengemuka: bosan!


Sejatinya, bosan merupakan akibat yang muncul dari permasalahan yang selalu datang berulang tetapi tidak kunjung menemui penyelesaian yang tuntas. Ada baiknya, kita tidak perlu terlalu fokus pada kejenuhan yang dirasakan, tetapi justru berusaha menyelesaikan permasalahan yang menjadi biang keladi.

Putuskan dalam Hati

Berupaya menemukan jalan keluar dari permasalahan yang berlarut-larut memang bukan perkara mudah. Kadang, kita terlanjur menarik kesimpulan sendiri akan jawaban atau sikap yang akan dihadirkan pasangan. Tentunya, ini bukanlah penyikapan terhadap masalah yang baik. Membiarkan diri kita selalu mendengar ungkapan negatif versi perasaan kita sendiri, akan menyeret kita pada suasana hati yang buruk dan penuh prasangka.

Cobalah sesekali untuk memberi ruang bagi jawaban atau sikap pasangan. Karena, untuk merasa bahagia, bingung, kecewa, sedih, marah bahkan jenuh adalah masalah keputusan yang dibuat dalam hati kita sendiri. Bila kita memutuskan untuk melapangkan dada, mendengar jawaban atau menyaksikan sikap yang ditampakkan oleh pasangan, maka kita pun tidak akan merasa kecewa atau marah terhadap respon yang diberikan olehnya. Bahkan, bila kita telah memutuskan untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi, bukan mustahil, Allah Subhanahu wa Ta’ ala (SWT) akan memudahkan jalan keluarnya.

Kita adalah apa yang kita pikirkan. Bila kita berpikir bahwa masalah itu sudah berurat-akar dan tak dapat diselesaikan, maka akan seperti itu pulalah keadaan hubungan kita dengan pasangan. Penuh rasa kecewa, bosan, dan terperangkap pada rutinitas kewajiban. Itulah sebabnya, hindari membiarkan perasaan kita menjadi sesuatu yang sulit dipahami oleh Anda dan pasangan. Buatlah keputusan bahwa masalah kita akan berakhir dengan baik dan mendatangkan kebahagiaan.

Bosan pun bisa dihindari dengan tindakan yang kita ambil. Aktivitas yang monoton dengan lawan interaksi yang tak berubah, sangat potensial untuk memicu kejenuhan. Karena itu, interaksi yang saling mengisi, mengerti, dan dikemas dalam pola yang baru, diharapkan mampu menjadi jurus yang ampuh untuk mengimbangi kecenderungan merasa jenuh. Artinya, dalam keseharian, perlu adanya inisiatif dari masing-masing pihak untuk mengatasi pemicu kebosanan dengan rasa saling mengisi.

Mencoba Mengerti

Inisitiaf ini tentu tak akan muncul, bila tidak didasari oleh terbangunnya rasa pengertian di antara pasangan. Masalah pun akan terlihat lebih jelas, bila kedua belah pihak mau sejenak berhenti menomorsatukan perasaan masing-masing dan mengerti apa yang dirasakan oleh pasangannya.

Terkadang, kita adalah orang yang sangat membutuhkan pengertian. Hidup bersama orang yang tidak mau mengerti kita, tentu hidup akan terasa tidak masuk akal. Apapun yang kita lakukan adalah kesalahan. Dengan adanya pasangan yang senantiasa berusaha mengerti dan mengisi, kita akan merasa ditemani. Selain itu, merasa bahwa apa yang kita lakukan juga dapat membahagiakan orang lain.

Begitu pula sebaliknya, apa yang dirasakan suami atau isteri kita. Bila kita berusaha memahami bahwa apa yang dilakukannya adalah untuk memberikan yang terbaik, tentu ia akan bersemangat dan berusaha melakukan hal yang baik itu menjadi lebih baik. Inilah yang akan menghindarkan kehidupan berumahtangga dari kejenuhan.

Cobalah kita cermati sejenak, tindakan yang diambil oleh Rasulullah SAW saat menemani Aisyah RA. Saat itu Aisyah RA melakukan hal yang bagi sebagian orang mungkin tidak masuk akal dan kekanakkan.

Aisyah RA berkata, "Demi Allah, aku pernah melihat Rasulullah SAW berada di pintu kamarku, sedangkan saat itu di dalam masjid ada beberapa orang Habsyi (Abyssinia) yang sedang bermain tombak. Rasulullah SAW pun kemudian menutupiku dengan selendangnya agar aku tidak terlihat oleh orang banyak, tapi aku dapat melihat permainan mereka. Aku sandarkan wajahku di antara bahu dan telinga beliau dengan menempel di pipi beliau, kemudian beliau bersabda, “Wahai Aisyah, apakah engkau sudah puas?” Aku menjawab, “Belum.” Dan aku tetap melihat permainan itu dari tempatku berdiri sampai aku merasa puas."

Dalam riwayat lain disebutkan, "Beliau tetap berdiri karena menemaniku (Aisyah) melihat permainan itu hingga aku puas, lalu aku pergi meninggalkan permainan itu, maka perkirakanlah dengan perkiraan wanita remaja yang masih senang melihat permainan." (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Agar istrinya mendapatkan hiburan dan merasa senang, Rasulullah SAW tak merasa rugi meluangkan waktu sejenak untuk menemani Aisyah RA melakukan sesuatu yang mungkin bagi sebagian orang “sudah lewat masanya”. Nah, agar Anda dan pasangan tak dihantui rasa bosan, bagaimana jika bersama-sama melakukan hal yang tidak biasa?

Rasulullah SAW dalam berbagai Hadits yang masyhur menggambarkan betapa beliau sangat menjaga mood isteri-isterinya. Beliau senantiasa melakukan hal-hal kecil yang membuat rumahtangga beliau selalu terlihat cerah setiap harinya. Siapa pun tak akan mampu menyembunyikan rasa ketersanjungan manakala diperlakukan laksana Rasulullah SAW memperlakukan Shafiyah binti Huyay. Dengan lembut, Rasulullah SAW menyediakan pahanya untuk dijadikan injakan Shafiyah, saat isteri beliau tersebut hendak menaiki kuda tunggangannya. Jadi, meskipun Anda tahu bahwa suami Anda bisa merapikan jenggotnya sendiri atau isteri Anda bisa membuka pintu mobil sendiri, apa salahnya jika suatu saat Anda yang melakukan hal tersebut untuknya?

Nah, bila rasa bosan sudah mulai menghinggapi denyut keseharian Anda dan pasangan, marilah bersama kembali pada sunnah Rasul-Nya. Yaitu sunnah untuk mendengarkan apapun yang disampaikannya, berprasangka baik, berinsiatif untuk melakukan hal-hal yang membuatnya gembira, dan menjadikannya satu-satunya yang terbaik di hati Anda.

Dan jangan lupa, perhatian dan tindakan Anda yang membuatnya merasa paling istimewa, tentu akan membuatnya menjadikan Anda pun orang yang diistimewakannya, setiap saat. (www.hidayatullah.com)

Senin, 13 Juli 2009

Perempuan itu “nafsuin” (BUPATI)

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel yang berjudul “Perempuan itu nafsuin (SEKWILDA)” yang membahas bagaimana seorang perempuan begitu kuat mempengaruhi dan menarik nafsu birahi laki-laki karena melihat daerah buah dada perempuan.
Dan daya tarik seorang perempuan yang paling “sadis” adalah daerah pangkal paha. Dimana tempat itu adalah sebagai tempat persinggahan terakhir bagi birahi. Ketika sepasang laki-laki dan perempuan sedang bercumbu ujung-ujungnya lari ke pangkal paha atau selangkangan. Mulailah tangan yang satu beranjangsana ke daerah wisata terlarang. Padahal yang boleh masuk ke daerah wisata terlarang hanyalah pemilik taman tersebut alias suaminya.


Baru melihat wajah yang cantik saja harsat seorang laki-laki mulai tersentak kaget, apalagi kalau melihat dada yang montok langsung sang hasrat bergelora dalam dada laki-laki. Tetapi ketika melihat pangkal paha hasrat tadi tidak kaget lagi hanya “panas dingin” menahan emosi yang tak karuan. Laki-laki mernjadi gelisah, gerah, sumringah, gairah, amarah dan lain-lain yang ah...ah...ah.... ada pada saat itu.
Sebetulnya yang paling bertanggungjawab dalam persoalan ini adalah perempuan itu sendiri. Karena mereka suka sekali mempertontonkan pahanya yang mulus (kalau yang tidak mulus alias beluek biasanya dicuekin orang). Mereka menutupi pahanya hanya sampai diatas lutut. Hampir separuh perempuan melakukan BUPATI (buka paha tinggi-tinggi) di tempat umum. Hal ini jelas sangat mengundang perhatian kaum adam. Pada saat itulah dimulai niat untuk mengunjungi daerah wisata terlarang. Yang menjadi “salah sasaran” biasanya orang lain, kadang anak dibawah umur. Hal ini diperkuat dengan sering mononton orang BELGIUM (berlaga bugil di depan umum) di CD porno yang dijual bebas dan murah.
Kadang para perempuan menutupi seluruh tubuhnya dengan pakaian yang penuh. Bahkan kepalanya pun mnegenakan kerudung atau jilbab. Tetapi yang menjadi rancu adalah mereka mengenakan celana panjang yang sangat ketat sehingga lekuk tubuhnya jelas terlihat, bahkan “gundukan” selangkangannya pun tampat sangat jelas seolah tidak memakai apapun. Apalagi kalau seluruh pakaian yang dikenakan ketat semua dari dada sampai paha. Body yang montok dan seksi sangat indah dilihat.
Inilah, seperti dikatakan diatas bahwa perempuan juga bertanggung jawab atas terjadi pemerkosaan terhadap perempuan itu sendiri. Karena merekalah yang lebih dahulu memancing birahi laki-laki. Seandainya laki-laki hanya melihat kambing telajang tidaklah mungkin terbangkit birahinya. Emangnya orang mabok.....! nafsu sama kambing.
Untuk mencegah terjadinya perambahan daerah wisata terlarang dan melakukan “kerusakan dimuka bumi”, Rasulullah memperingatkan kepada para pemuda yang telah sanggup berumah tangga hendaknya kawin (menikah). Bagi mereka yang belum sanggup berumah tangga hendaklah mereka berpuasa. Karena puasa mampu menahan gejolak emosi dalam hati. Mampu menahan amarah, mampu menahan gairah seksual, mampu menahan keinginan yang tidak perlu. Tapi dengan syarat puasanya yang benar, yang bisa menahan segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa. Kalau cuma bisa tahan lapar dan haus, itu nama diet. Bukan puasa.
Untuk mencegah agar tidak terjadi perzinahan dan pelecehan seksual maka diingatkan bagi perempuan untuk dapat menjaga kemaluannya untuk tidak di “sebar-luaskan” kepada yang tidak berhak. Disamping itu juga diingatkan kepada para laki-laki untuk menjaga matanya agar tidak “jelalatan” kemana-mana sehingga tidak kesasar (tersesat) di tempat yang salah. Jagalah kehormatan kita.
Sekian penjelasan “perempuan itu nafsuin” yang sangat singkat, semoga bermanfaat. Jangan kemana-mana. Tetap di “Engkong Jaya”.

Selasa, 07 Juli 2009

Perempuan itu “nafsuin” (SEKWILDA)


Artikel ini adalah lanjutan dari artikel yang lalu dengan Judul “Perempuan itu nafsuin (Camat)” yang membahas tentang wajah perempuan yang cantik dapat mengundang nawa nafsu laki-laki.
Selain wajah atau muka, dada perempuan juga menjadi salah satu objek “pariwisata” bagi mata kaum lelaki. Dada yang montok, sekal, tidak ada seorang lelaki yang rela untuk melepaskan begitu saja dari pandangan matanya. Kadang kepala bergeleng karena kagumnya, kadang juga kita menarik nafas agak panjang menahan rasa getar dari frekwensi yang dipancarkan buah dada perempuan tersebut. Nasfu didalam dada kaum laki-laki bergelora, segala macam perasaan ada disana, ya... senang, ya.... kepengen, yang malu-malu juga –karena itu bukan hak kita untuk dilihat- ya.... geregetan, rasanya kepengen “noel” aja, lantas, kadang-kadang mengkhayalkan tentang apa yang ingin kita “perbuat” terhadap “gunung kembar” nan elok itu. Dan kadang secara tak sadar si mulut berucap “Masya Allah.....”, mungkin karena kagum terhadap Tuhan yang telah menciptkan sesuatu itu begitu indahnya dan membuatnya dia tidak berdaya karena. Pokoknya macam-macam deh.

Begitulah. Besar sekali pengaruh “SEKWILDA” (sekitar wilayah dada) perempuan terhadap nafsu seorang laki-laki dewasa yang “normal”. Dan yang paling parah adalah bahwa memang perempuan itu sengaja memakai pakaian yang tidak menutupi buah dadanya secara keluruhan. Disisakan sedikit atasnya saja dan nampaklah belahannya, ada gotnya. Ala....maaaak. rasanya kepengen nyebur aja kedalam got yang empuk itu. Mungkin memang perempuan senang kalau dibilang seksi. Mungkin juga senang diperhatikan oleh kali-laki. Mungkin karena ingin ada yang naksir, lumayan kalau ditaksir rezeki jadi gampang kali.....
Keadaan yang seperti ini, maka jangan salahkan laki-laki kalau sering menggoda. Memang fitrahnya laki-laki senang melihat perempuan cakep. Kalau digodain biasanya perempuan jadi marah atau pura-pura marah. Sok jual mahal maksudnya. Dan dibilanglah laki-laki mata keranjang. Ya kalau matanya dari keranjang ya gak bakal ngerti gituan dong. Itu namanya kurang ajar. Digodain tidak mau tapi menggoda nafsu orang laki-laki mau.
Seharusnya perempuan itu sadar. Bahwa yang demikian itu “merusak” mental bangsa. Bukan hanya laki-laki, anak-anak pun terpaksa mengkonsumsi (melihat) sesuatu yang belum waktunya di”makan” (dilihat). Bagaimana mungkin kita bisa melarang anak-anak supaya gak ngeilat. Lha wong yang kaya gituan “ngejeprah” dimana-mana. Dipasar banyak. Di terminal bejibun. Di jalan gentayangan. Di dalam rumah sendiri (tv). Di internet, apa lagi..... walah..... Pepatah mengatakan “wanita itu tiang negara” wanitanya rusak yahh tiangnya keropok, pada bolong dah tuh tiang. Nabi saw. bersabda “Dunia itu perhiasan, sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang soleh”. Sepengetahuan kita bahwa perhiasan yang baik itu pasti mahal. Kok yang ini murah.....?
Di dalam Al-Quran Allah berfirman : “Wahai para nabi, suruhlah istri-istrimu dan anak perempuanmu memakai kerudung yang menutupi dadanya.........................
Tapi nyatanya perempuan sangat sulit untuk disuruh pakai jilbab, dengan berbagai macam alasan, ada yang bilang belum siap, memangnya tentara harus siap terus. Ada yang bilang repot, memangnya punya anak kembar delapan, anak minta susu semua bapaknya minta susu juga. Ada yang bilang gerah, dikira jilbab itu seperti bui, sempit. Dan macam-macam alasan. Yang jelas..... adalah tidak patuh pada agama. Padahal agama islam telah mewajibkan seperti firman Allah diatas.
Oleh karena itu wahai para perempuan, jagalah buah dadamu yang bagus itu agar tidak jatuh dan diambil oleh orang yang tidak berhak apalagi kalau sampai dimakan. Sebarlah salam dan senyum, sekali-kali janganlah menyebarkan hawa nafsu. Karena selalu dapat dipastikan bahwa perempuanlah yang menjadi korban nafsu syetan.
Saya kira sekian dulu pembahasan tentang nafsu, Insya Allah lain waktu akan dilanjutkan dengan judul Perempuan itu “nafsuin” (BUPATI). Jangan kemana-mana. Tetap di “Engkong Jaya”.

Kamis, 02 Juli 2009

Memanen Energi Surya di Atap Rumah

Kini tak ada lagi alasan bahwa teknologi panel surya mahal dan sulit diterapkan. Sejumlah peneliti di Amerika Serikat berhasil menemukan teknologi yang memungkinkan pembuatan panel surya yang lentur dan dapat mengikuti bentuk atap.
Terobosan baru di bidang teknologi energi surya ini dilakukan dengan memanfaatkan lapisan film tipis transparan yang biasa digunakan untuk melindungi panel datar televisi dari kelembapan. Film penghalang itu menjadi dasar bagi pengembangan panel surya fleksibel yang dapat dipasang di atas atap seperti genting.

Panel surya lentur, yang disebut fotovoltaik terintegrasi bangunan (BIPV), dapat menggantikan panel surya berbentuk kotak yang umum digunakan pada saat ini. Biasanya panel surya terbuat dari kaca yang kaku atau silikon dan dipasang pada bingkai logam tebal.
Selain ringan dan fleksibel, pemasangan genting panel surya ini jauh lebih murah daripada panel surya yang ada sekarang. Panel lentur ini juga dijamin bisa tahan sampai 25 tahun.
"Banyak sekali ruang yang terbuang percuma di atap rumah, yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk membangkitkan tenaga listrik," kata Mark Gross, peneliti senior di Pacific Northwest National Laboratory (PNNL), Departemen Energi Amerika Serikat. "Panel surya fleksibel ini dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam arsitektur bangunan komersial dan perumahan. Selama ini kesuksesan panel surya amat terbatas karena pemasangannya sulit dan mahal."
Para ilmuwan di PNNL menciptakan panel lentur ini dengan mengadaptasi proses pemberian lapisan film penghalang yang biasa dipakai untuk menutupi panel display datar yang menggunakan dioda pemancar cahaya organik atau OLED. Mereka dapat menciptakan panel surya lentur ini berkat kesepakatan kerja sama pengembangan serta riset antara Vitex Systems dan Battelle, yang mengoperasikan PNNL bagi pemerintah federal.
Ilmuwan PNNL mengembangkan teknologi film tipis ini sejak 1990-an. Pada saat itu para peneliti telah menginvestigasi peluang pemanfaatan film tipis itu untuk 15 aplikasi, termasuk tenaga surya. Kini, bersama Vitex, sebuah perusahaan yang bergerak dalam pengembangan film penghalang untuk layar datar, PNNL berusaha memfokuskan aplikasi film tipis itu pada panel surya.
Proses encapsulation dan ultra-barrier film yang diberi nama Barix itu terbukti mampu menjadi penghalang kelembapan yang efektif. Tetapi, para ilmuwan masih harus mencari jalan untuk menerapkan teknologi tersebut pada panel surya yang terbuat dari selenium, tembaga, indium, dan gallium (CIGS), atau cadmium telluride (CdTe).
Kini, sasaran para ilmuwan tersebut adalah menciptakan film penghalang murah. Mereka juga tengah mengevaluasi material substrat untuk panel surya baru yang akan dinamai fotovoltaik atau PV. Baik film maupun substratnya nanti harus mampu bertahan menghadapi keganasan sinar ultraviolet dan elemen natural lain, semisal hujan, sehingga dapat beroperasi sampai 25 tahun.
Untuk menunjang pembuatan panel surya lentur ini, para ilmuwan akan mengembangkan proses manufaktur yang siap untuk diadaptasikan pada produksi skala besar. Jika berjalan lancar, proses ini dapat memangkas ongkos produksi panel surya hingga di bawah US$1 per watt. Rendahnya ongkos produksi ini cukup kompetitif bila dibandingkan dengan US$10 sen per Kwh yang dikenakan oleh perusahaan listrik di negara itu.
"Kami amat bersemangat untuk melanjutkan teknologi Barix yang terbukti kemampuannya sebagai penghalang ke arah produksi massal," kata Martin Rosenblum, wakil kepala operasi dan teknik Vitex. "Bersama PNNL kami akan berupaya menciptakan sebuah produk yang dapat membantu meringankan ketergantungan masyarakat terhadap minyak dan meningkatkan akses terhadap sumber energi terbarukan yang berlimpah, yaitu matahari.
Untuk mengembangkan teknologi tersebut, Departemen Energi Amerika Serikat telah mengucurkan dana sekitar US$ 350 ribu kepada PNNL. Tahun lalu departemen tersebut mengumumkan telah mengalokasikan dana US$ 1,5 juta dari dana Energy Efficiency and Renewable Energy Technology Commercialization Fund untuk proyek yang dapat membantu mengkomersialkan teknologi pengurangan penggunaan energi atau membuka sumber energi terbarukan.
Energi Surya di Dalam Negeri
Pemanfaatan energi surya juga menjadi target utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam pengembangan sistem energi baru dan terbarukan. Kepala LIPI Umar Anggara Djenie menyatakan sebagai negara tropis, matahari hampir setiap hari menyinari Indonesia.
"Matahari adalah material tepat yang dapat dikembangkan untuk mengubah fenomena ini menjadi energi yang dapat disimpan," kata Umar ketika membuka International Workshop on Advanced Material for New and Renewable Energy (AMNRE), Selasa lalu di Putri Duyung Cottage, Kawasan Ancol, Jakarta.
Banyaknya pegunungan di Indonesia juga membawa peluang untuk mengembangkan teknologi micro hydro terutama di daerah terpencil. "Semua jenis energi ini zero pollutant sehingga membantu bumi kita tetap hijau," kata Umar. "Workshop ini adalah perwujudan komitmen LIPI untuk mencari dan mengembangkan material untuk mencari energi baru dan terbarukan."
Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Syahrul Aiman mengatakan bahwa Pusat Penelitian Fisika LIPI memang tengah mencoba memanfaatkan sinar matahari yang berlimpah. "Pada saat ini kita memang terfokus pada fuel cell, tapi kami sudah menelaah model-model untuk memanfaatkan sinar matahari secara langsung, tidak lagi melalui sel surya yang tergantung dari orang luar," ujarnya.
Salah satu tujuan penyelenggaraan workshop ini adalah untuk mencari poin penting dalam pengembangan sistem energi baru dan terbarukan. LIPI ingin mencari poin penting yang bisa diproduksi di dalam negeri sebelum mengembangkan dan menerapkan bidang material lanjut ini. "Dengan keterbatasan yang ada kita mencari penelitian mana yang dapat dipakai di dalam negeri tanpa membuat kita tergantung pada negara asing," kata Aiman.
Meski sinar matahari berlimpah dan seolah tiada habisnya, hingga saat ini Indonesia belum bisa memanfaatkan energi itu secara maksimal. Potensi energi surya memang besar, tapi teknologi amat mahal karena masih bergantung dari negara luar.
Koordinator kelompok Energi Baru Terbarukan di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Verina J. Wargadalam menyatakan teknologi sel surya dalam negeri jauh tertinggal dibanding negara tetangga. "Riset energi surya itu butuh dana yang tidak sedikit, harus ada dukungan dana yang amat besar dari pemerintah," ujarnya.
Jika Indonesia ingin mengembangkan energi surya, harus ada manufaktur sel surya harus ada. "Saat ini kemampuan ilmuwan kita baru sampai pembuatan modul solar sel, sedangkan sel surya yang menjadi bahan utamanya masih impor," ujar Verina. "Maka salah satu tujuan kami adalah mendorong industri agar mau terlibat dalam proses riset dan pengembangannya."
Tenaga Listrik dari Sinar Mentari
Banyak tokoh lingkungan menyatakan bahwa masa depan lingkungan bumi bergantung pada tenaga listrik surya. Namun, teknologi yang ada masih terlampau mahal dan belum cukup efisien untuk menggantikan bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi.
Isi sel surya
1.Cahaya melepaskan elektron dari dasar lapisan silikon
2.Elektron lain pindah dari contact grid ke lapisan silikon terbawah
3.Elektron mengalir dari lapisan bawah ke paling atas dan kembali ke bagian dasar menembus contact grid logam
4.Contact grid menarik arus listrik untuk digunakan
-Kaca pelindung
-Pelapis antireflektif mencegah cahaya keluar
-Elektron
-Contact grid logam
Sistem photovoltaic rumah
Daerah dengan cuaca yang cerah dan terus-menerus memperoleh sinar matahari, seperti Indonesia dan negara beriklim tropis lainnya, dapat memanfaatkan teknologi ini dengan baik.
Menghubungkan sistem surya ke jaringan listrik
Koneksi ke perusahaan penyedia listrik setempat seperti PLN memungkinkan pemilik rumah menjual kelebihan tenaga surya dari sistem photovoltaic rumahnya dan membelinya ketika membutuhkan.
Panel surya konvensional seperti ini memakan tempat dan membutuhkan biaya yang cukup tinggi.
-Lebih banyak panel dapat ditambahkan untuk meningkatkan kapasitas yang dihasilkan
-Inverter mengubah arus listrik langsung (DC) dari panel surya menjadi arus listrik bolak-balik (AC) untuk penggunaan peralatan rumah tangga
-Kotak sekring
-Bingkai aluminium
-Baterai menyimpan tenaga untuk digunakan di malam hari dan selama pemadaman listrik
-Meteran tenaga listrik (Koran Tempo: 11 Juni 2009)

Pemimpin yang curang masuk neraka

Dari Ma'qal bin Yasar, ia berkata : "Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda, "Tidak ada dari seseorang hamba yang Allah memintanya memimpin sekelompok orang lalu meninggal dalam keadaan berbuat curang kepada mereka, kecuali Allah akan mengharamkan baginya surga. HR Bukhari Muslim.
Ulasan:
Seseorang yang di beri amanat oleh Allah sebagai pemimpin suatu kaum atau suatu kelompok hendaklah ia menjaga apa yang telah ditipkan Allah kepadanya dengan sebaik-baiknya. Tidak melakukan kecurangan terhadap siapapu. Tidak mementingkan suatu kelompok tertentu dan tidak juga merugikan kelompok yang lain.

Pembukaan di Bulan Juli 2009

Assalamu’alaikum Warramatullahi Wabarakatuh
Selamat pagi para pengunjung yang terhormat. Hari ini kita telah memasuki hari-hari pertama di Bulan Juli 2009. Berarti kita telah melangkah satu bulan lebih maju dari bulan yang lalu, namun demikian apakah kita telah mengevaluasi diri kita masing-masing tentang apa yang telah kita berbuat dan hasil apa yang telah kita capai demi kebaikan, kemajuan, kemakmuran untuk diri kita dan keluarga terutama, dan untuk bangsa dan Negara yang kita cintai ini umumnya

Ada satu hal lagi yang saya pikir sangat penting. Apakah kita sudah mengevaluasi ibadah kita?, bagaimana kedekatan kita kepada Sang Pencipta, makin dekatkah atau semakin jauh?, makin banyak perbaikan atau makin banyak pelanggaran yang kita lakukan terhadap agama?
Kemudian terhadap sesama dan lingkungan, apakah orang semakin rindu dengan kita ataukah semakin takut mendekati kita? Apakah lingkungan kita betambah rusak oleh kita atau menjadi lebih baik. Itu semua tergantung pada sikap dan tingkahlaku kita selama ini. Oleh karena itu dengan Blog Engkong Jaya ini mari kita banyak melakukan perubahan ke arah perbaikan agar kita benar-benar menjadi Khalifah di muka bumi ini.
Banyaknya musibah yang dialami Saudara-saudara kita selama ini adalah sebuah bentuk teguran dan peringatan dari Yang Maha Kuasa agar kita bisa lebih bijak dalam bersikap dan berbuat.
Blog “Engkong Jaya” ini menyajikan artikel-artikel tentang akhlak, tentang ilmu dan amal, tentang iman dan taqwa. Saya tahu betul bahwa artikel-artikel tersebut jauh dari kata “baik” namun saya berharap ini cukup sebagai peringatan bagi kita semua untuk terus berbuat baik. “Jangan berharap ingin menjadi orang baik, tapi lakukanlah kebaikan”. Wassalam, Kong Jaya

mari tukar bener

Kong Jaya
YANG MAU TUKAR BENNERKU SILAHKAN AMBIL

Kumpul Blogger

Berita Bagus yang Sekarang ini

Cari Blog Ini

7321tamo,gnorbmej,awijajar,igalapul