Jumat, 20 November 2009

Elegi Minah dan Tiga Buah Kakao di Meja Hijau...


Minah (55), petani dari Dusun Sidoharjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (19/11), dihukum percobaan 1 bulan 15 hari karena mencuri tiga buah kakao di kebun PT Rumpun Sari Antan 4 di desanya. Persidangan di Pengadilan Negeri Purwokerto ini menyedot perhatian masyarakat karena benda yang didakwakan dicuri hanya tiga buah kakao yang akan digunakan Minah sebagai bibit.
 
(Ulasan Kongjaya) Sungguh suatu berita yang sangat mengejutkan masyarakat Indonesia dan mungkin juga masyarakat dunia, bahwa ada sebuah perusahaan besar yang menuntut secara hukum seorang nenek-nenek tua yang dianggap telah mencuri tiga buah kakao milik perusahaan tersebut. Baik Media cetak maupun media elektronik ramai menceritakan kasus konyol ini. Entah apa yang ada dalam oknum unsur perusahaan tersebut hingga tegat-teganya menyeret nenek-nenek ke pengadilan. Bila dibanding dengan kerugian materi yang diderita oleh perusahaan tersebut dengan rusaknya nama baik perusahaan rasanya sungguh tidak sebanding. Memang dunia ini sudah edan. untuk lebih lengkapnya silahkan baca berita kompas sebagai berikut:

Read More ..

Rabu, 18 November 2009

Mungkin memang benar kiamat akan datang pada tahun 2012

Ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz mendengar bahwa ia akan diangkat menjadi seorang khalifah spontan ia berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun” artinya sesungguhnya dari  Allah dan akan kembali kepada Allah.  Kata-kata ini biasanya diucapkan tatkala mendengar kabar ada orang yang meninggal dunia, atau diucapkan ketika mendapat bencana.
Read More ..

Award dari Sahabat Harto Hadi








Photo Cube Generator



Alhamdulillah hari ini saya dapar award dari sahabat Harto Hadi dan saya sangat bangga serta sangat menyukai award ini.

Award tersebut berasal dari pemiliknya langsung yaitu Mas Acrom
yang langsung diberikan ke Kang Sabirinnet
dan langsung dianugerahkan ke Harto Hadi lalu diteruskan kepada Saya Kong Jaya

Alhamdulillah saya ucapkan terima kasih kepada sahabat saya tercinta Harto Hadi yang telah menganugerahkan Award tersebut dan saya terima dengan senang hati dan dengan rasa berbangga diri akan perhatian dan kepedulian untuk persatuan dan kesatuan sesama para Blogger Indonesia.

Dan langsung saja Award ini saya berikan kembali kepada sobat blogger lainnya, antara lain:
1-Kiayi Ceret
2-Keluarga Syamlan
3-Coretan Musafir
4-Gudang Ilmu
5-Hapiamesir
6-Bunga Sempurna
7-Love is Beauty
8-Irawan Blog
9-Titian Hati
10-Kang Dwi

diharapkan kepada para sahabat bloger agar menyebarkan kembali awrad ini kepada sahabat yang belum mendapatkannya dengan syarat menyebutkan link para pemberinya agar terjalin cinta kasih sesama dan saling silaturahmi.
semoga award ini bermafaat .....
Read More ..

Rabu, 04 November 2009

Menghilangkan Varises



Varises adalah pelebaran dan penambahan jumlah pembuluh darah balik (vena) yang berlebihan dan seperti sarang laba-laba. Umumnya terjadi pada area tungkai bawah, wajah (ukurannya kecil-kecil, disebut telangiektasis), tapi dapat juga pada seluruh tubuh.
Secara awam, varises diasosiasikan dengan benjolan berkelok-kelok berwarna kehijauan yang membayang di tungkai bawah. Untuk jenis ini penyebabnya antara lain keturunan, proses penuaan, pengaruh gravitasi (cairan terkumpul di bagian bawah tungkai karena banyak berdiri, misalnya), dan perubahan hormonal (karena kehamilan atau menopause). Letak varises pada tungkai ada yang di permukaan (terlihat dari permukaan kulit) dan ada yang dalam (tidak terlihat dari luar). Varises yang terletak di dalam bisa menimbulkan rasa pegal dan nyeri berkepanjangan pada tungkai. Juga banyak kasus eksim kulit yang parah sampai menimbulkan koreng besar dan sulit sembuh pada tungkai bawah karena varises jenis ini.
Read More ..

Kamis, 29 Oktober 2009

Setelah 10 Tahun Bertahan Hidup, Kini Putri Duyung Itupun Pergi Untuk Selamanya


Read More ..

Ular Raksasa Berusia 140 Tahun Ditemukan Pekerja Proyek, Beratnya 300Kg

Read More ..

Jumat, 02 Oktober 2009

MUI: Gempa Sumbar Cobaan dan Peringatan

MEDAN, KOMPAS.com - Gempa yang terjadi di Sumbar merupakan cobaan dan peringatan, baik bagi warga di ranah Minang itu maupun di daerah lain. "Karena itu, semua pihak harus mampu membuka mata hatinya terhadap musibah tersebut," kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, Prof Dr H. Abdullah Syah, MA di Medan, Kamis malam.

Menurut Abdullah Syah, setiap musibah yang terjadi di dunia ini merupakan kehendak atau paling tidak atas izin Allah SWT. Banyak maksud dan tujuan yang ingin Allah SWT sampaikan melalui musibah itu, termasuk musibah gempa yang terjadi di Sumbar tersebut.

Gempa itu bisa saja bertujuan untuk menguji dan mengetahui kadar keimanan dan kesabaran warga Sumbar terhadap ketentuan Allah SWT. Untuk itu, warga Sumbar yang mengalami musibah tersebut harus banyak bersabar sambil terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Orang yang mendapatkan musibah lalu bersabar dan berserah diri, Allah SWT pasti akan memuliakan dan mengangkat derajat manusia itu," kata Guru Besar IAIN Sumut itu.

Selain itu, kata Abdullah, ujian tersebut juga berlaku untuk kelompok masyarakat yang tidak terkena musibah apakan merasa prihatin dan bersedia memberikan bantuan untuk saudaranya yang sedang dalam kesulitan.

Karena itu, seluruh masyarakat, khususnya umat Islam harus bersedia memberi untuk meringankan kesusahan dan kesedihan yang dialami warga Sumbar yang menjadi korban gempa tersebut. "Sebenarnya, banyak yang mereka (warga Sumbar) butuhkan, baik bantuan makanan, obat-obatan maupun pakaian yang layak," katanya.

Namun, musibah gempa itu juga bisa berarti peringatan karena banyaknya maksiat atau perilaku masyarakat yang bertentangan dengan ketentuan agama. Untuk itu, selain bersabar, warga Sumbar yang mengalami musibah gempa tersebut juga harus banyak memohon ampun kepada Allah SWT karena mungkin banyak melakukan kesalahan.

Peringatan itu juga berlaku untuk masyarakat di daerah lain, termasuk Sumut agar banyak memohon dan bertobat jika telah melakukan kesalahan dosa.

Selain itu, musibah tersebut juga peringatan untuk pemerintah agar lebih giat memberantas maksiat dan perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan ajaran agama. "Pemerintah harus sadar, banyaknya tempat maksiat justru mengundang bala bagi daerah itu," katanya.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,6 pada Skala Richter mengguncang Sumbar pada Rabu (30/9) pukul 17.16 WIB yang terjadi pada episentrum 0,84 lintang selatan (LS) dan 99,65 bujur timur (BT). Pusat gempa berada pada 57 Km barat laut Pariaman, Provinsi Sumbar, pada berkedalaman 71 Km.

Pada pukul 17.38 WIB terjadi gempa susulan dengan kekuatan 6,2 SR pada episentrum 0,72 LS dan 99,94 BT dan pusat berada di 22 Km barat daya Pariaman Provinsi Sumbar dengan kedalaman 110 Km.

Selain menghancurkan ratusan, bahkan ribuan bangunan, gempa tersebut juga menewaskan ratusan warga Sumbar.(Kompas)

Read More ..

Kumpul Blogger

Panen Iklan

Berita Bagus yang Sekarang ini

7321tamo,gnorbmej,awijajar,igalapul