Selasa, 07 Juli 2009

Perempuan itu “nafsuin” (SEKWILDA)


Artikel ini adalah lanjutan dari artikel yang lalu dengan Judul “Perempuan itu nafsuin (Camat)” yang membahas tentang wajah perempuan yang cantik dapat mengundang nawa nafsu laki-laki.
Selain wajah atau muka, dada perempuan juga menjadi salah satu objek “pariwisata” bagi mata kaum lelaki. Dada yang montok, sekal, tidak ada seorang lelaki yang rela untuk melepaskan begitu saja dari pandangan matanya. Kadang kepala bergeleng karena kagumnya, kadang juga kita menarik nafas agak panjang menahan rasa getar dari frekwensi yang dipancarkan buah dada perempuan tersebut. Nasfu didalam dada kaum laki-laki bergelora, segala macam perasaan ada disana, ya... senang, ya.... kepengen, yang malu-malu juga –karena itu bukan hak kita untuk dilihat- ya.... geregetan, rasanya kepengen “noel” aja, lantas, kadang-kadang mengkhayalkan tentang apa yang ingin kita “perbuat” terhadap “gunung kembar” nan elok itu. Dan kadang secara tak sadar si mulut berucap “Masya Allah.....”, mungkin karena kagum terhadap Tuhan yang telah menciptkan sesuatu itu begitu indahnya dan membuatnya dia tidak berdaya karena. Pokoknya macam-macam deh.

Begitulah. Besar sekali pengaruh “SEKWILDA” (sekitar wilayah dada) perempuan terhadap nafsu seorang laki-laki dewasa yang “normal”. Dan yang paling parah adalah bahwa memang perempuan itu sengaja memakai pakaian yang tidak menutupi buah dadanya secara keluruhan. Disisakan sedikit atasnya saja dan nampaklah belahannya, ada gotnya. Ala....maaaak. rasanya kepengen nyebur aja kedalam got yang empuk itu. Mungkin memang perempuan senang kalau dibilang seksi. Mungkin juga senang diperhatikan oleh kali-laki. Mungkin karena ingin ada yang naksir, lumayan kalau ditaksir rezeki jadi gampang kali.....
Keadaan yang seperti ini, maka jangan salahkan laki-laki kalau sering menggoda. Memang fitrahnya laki-laki senang melihat perempuan cakep. Kalau digodain biasanya perempuan jadi marah atau pura-pura marah. Sok jual mahal maksudnya. Dan dibilanglah laki-laki mata keranjang. Ya kalau matanya dari keranjang ya gak bakal ngerti gituan dong. Itu namanya kurang ajar. Digodain tidak mau tapi menggoda nafsu orang laki-laki mau.
Seharusnya perempuan itu sadar. Bahwa yang demikian itu “merusak” mental bangsa. Bukan hanya laki-laki, anak-anak pun terpaksa mengkonsumsi (melihat) sesuatu yang belum waktunya di”makan” (dilihat). Bagaimana mungkin kita bisa melarang anak-anak supaya gak ngeilat. Lha wong yang kaya gituan “ngejeprah” dimana-mana. Dipasar banyak. Di terminal bejibun. Di jalan gentayangan. Di dalam rumah sendiri (tv). Di internet, apa lagi..... walah..... Pepatah mengatakan “wanita itu tiang negara” wanitanya rusak yahh tiangnya keropok, pada bolong dah tuh tiang. Nabi saw. bersabda “Dunia itu perhiasan, sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang soleh”. Sepengetahuan kita bahwa perhiasan yang baik itu pasti mahal. Kok yang ini murah.....?
Di dalam Al-Quran Allah berfirman : “Wahai para nabi, suruhlah istri-istrimu dan anak perempuanmu memakai kerudung yang menutupi dadanya.........................
Tapi nyatanya perempuan sangat sulit untuk disuruh pakai jilbab, dengan berbagai macam alasan, ada yang bilang belum siap, memangnya tentara harus siap terus. Ada yang bilang repot, memangnya punya anak kembar delapan, anak minta susu semua bapaknya minta susu juga. Ada yang bilang gerah, dikira jilbab itu seperti bui, sempit. Dan macam-macam alasan. Yang jelas..... adalah tidak patuh pada agama. Padahal agama islam telah mewajibkan seperti firman Allah diatas.
Oleh karena itu wahai para perempuan, jagalah buah dadamu yang bagus itu agar tidak jatuh dan diambil oleh orang yang tidak berhak apalagi kalau sampai dimakan. Sebarlah salam dan senyum, sekali-kali janganlah menyebarkan hawa nafsu. Karena selalu dapat dipastikan bahwa perempuanlah yang menjadi korban nafsu syetan.
Saya kira sekian dulu pembahasan tentang nafsu, Insya Allah lain waktu akan dilanjutkan dengan judul Perempuan itu “nafsuin” (BUPATI). Jangan kemana-mana. Tetap di “Engkong Jaya”.

3 komentar:

Jiwa Raja mengatakan...

betul kong...! kalo ngeliat dada montok rasanya pikiran jadi kemana-mana tuh....

Jagania Karomu.... mengatakan...

ampyun mas...artikelnya bener tapi kok agak sedikit vulgar...mungkin perlu nech dipikirkan utk memakai bahasa yang sedikit lebih nda vulgar walau maksudnya tetap sama...salam kenal ya

Lora Amir Syamlan mengatakan...

Yang ente tulis bener sobat, memang ade kelakuan perempuan yang kayak gitu, kagak bedanye sama bangunin macam tidur.
Cuman ane pesen bahasanye dirubah dikit biar kagak vulgar, soalnya blog ente juga dibaca sama temen2 yang masih remaja.

mari tukar bener

Kong Jaya
YANG MAU TUKAR BENNERKU SILAHKAN AMBIL

Kumpul Blogger

Berita Bagus yang Sekarang ini

Cari Blog Ini

7321tamo,gnorbmej,awijajar,igalapul