Kamis, 31 Maret 2011

Hukum air madzi adalah najis


Diriwayatkan dari Ali r.a. dia berkata: Saya sering mengeluarkan madzi, kemudian saya meminta Al-Miqdad bin Al-Aswad untuk menanyakan hal itu kepada Nabi saw. Setelah di tanyakan kepada nabi saw. Beliau menjawab, “Cukup dengan berwudhu (yakni keluarnya madzi membatalkan wudu, maka harus berwudhu lagi jika hendak shalat setelah (terlebih dulu) disucikan najisnya, tanpa mandi besar).”  HR. Bukhori no. 132.

Penjelasan:
Madzi adalah cairan sejenis lender yang keluar dari kemaluan akibat syahwat atau lainnya  tanpa merasa nikmat karema memang bukan manni.  Biasanya air madzi ini keluar secara tidak terasa setelah terangsang syahwatnya dan sebelum keluar air mani.  Cairan ini berfungsi sebagai pelicin pada saat  melakukan hubungan seksual.
Air madzi ini termasuk najis golongan tengah layaknya air kencing dan najis-najis sejenis lainnya. Apabila akan  melaksanakan shalat hendaknya membersihkan najis tersebut dengan air (istinja/cebok) terlebih daluhu sebelum berwudhu.
Dan apabila telah berwudhu kemudian keluar air madzi tersebut, maka batallah wudhunya. Sebelum berwudhu kembali haruslah dicuci lebih dahulu air madzi tersebut, dengan maksud membersihkan najis.
Silahkan kunjungi:  Mari Belajar Agama

4 komentar:

Harto mengatakan...

itulah indahnya islam, nikmatnya islam yang sangat memperhatikan akan kesucian, kebersihan pada pemeluknya.
trims atas ilmunya, sukses selalu n tetap semangat

jelita mengatakan...

terimakasih atas ilmunya

Hon BookStore mengatakan...

Terima kasih infonya bermanfaat sekali!!
Kq gak bisa daftar jadi member ini di blog ini? Setiap mau daftar keluar iklan :(

Salam kenal!!
Silahkan kunjungi dan pilih2 buku di Hon Book Store

http://www.honbookstore.com/

outbound bogor mengatakan...

sangat bermafaaat
terima kasih infonya

mari tukar bener

Kong Jaya
YANG MAU TUKAR BENNERKU SILAHKAN AMBIL

Kumpul Blogger

Berita Bagus yang Sekarang ini

Cari Blog Ini

7321tamo,gnorbmej,awijajar,igalapul