Kamis, 02 Juli 2009

Memanen Energi Surya di Atap Rumah

Kini tak ada lagi alasan bahwa teknologi panel surya mahal dan sulit diterapkan. Sejumlah peneliti di Amerika Serikat berhasil menemukan teknologi yang memungkinkan pembuatan panel surya yang lentur dan dapat mengikuti bentuk atap.
Terobosan baru di bidang teknologi energi surya ini dilakukan dengan memanfaatkan lapisan film tipis transparan yang biasa digunakan untuk melindungi panel datar televisi dari kelembapan. Film penghalang itu menjadi dasar bagi pengembangan panel surya fleksibel yang dapat dipasang di atas atap seperti genting.

Panel surya lentur, yang disebut fotovoltaik terintegrasi bangunan (BIPV), dapat menggantikan panel surya berbentuk kotak yang umum digunakan pada saat ini. Biasanya panel surya terbuat dari kaca yang kaku atau silikon dan dipasang pada bingkai logam tebal.
Selain ringan dan fleksibel, pemasangan genting panel surya ini jauh lebih murah daripada panel surya yang ada sekarang. Panel lentur ini juga dijamin bisa tahan sampai 25 tahun.
"Banyak sekali ruang yang terbuang percuma di atap rumah, yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk membangkitkan tenaga listrik," kata Mark Gross, peneliti senior di Pacific Northwest National Laboratory (PNNL), Departemen Energi Amerika Serikat. "Panel surya fleksibel ini dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam arsitektur bangunan komersial dan perumahan. Selama ini kesuksesan panel surya amat terbatas karena pemasangannya sulit dan mahal."
Para ilmuwan di PNNL menciptakan panel lentur ini dengan mengadaptasi proses pemberian lapisan film penghalang yang biasa dipakai untuk menutupi panel display datar yang menggunakan dioda pemancar cahaya organik atau OLED. Mereka dapat menciptakan panel surya lentur ini berkat kesepakatan kerja sama pengembangan serta riset antara Vitex Systems dan Battelle, yang mengoperasikan PNNL bagi pemerintah federal.
Ilmuwan PNNL mengembangkan teknologi film tipis ini sejak 1990-an. Pada saat itu para peneliti telah menginvestigasi peluang pemanfaatan film tipis itu untuk 15 aplikasi, termasuk tenaga surya. Kini, bersama Vitex, sebuah perusahaan yang bergerak dalam pengembangan film penghalang untuk layar datar, PNNL berusaha memfokuskan aplikasi film tipis itu pada panel surya.
Proses encapsulation dan ultra-barrier film yang diberi nama Barix itu terbukti mampu menjadi penghalang kelembapan yang efektif. Tetapi, para ilmuwan masih harus mencari jalan untuk menerapkan teknologi tersebut pada panel surya yang terbuat dari selenium, tembaga, indium, dan gallium (CIGS), atau cadmium telluride (CdTe).
Kini, sasaran para ilmuwan tersebut adalah menciptakan film penghalang murah. Mereka juga tengah mengevaluasi material substrat untuk panel surya baru yang akan dinamai fotovoltaik atau PV. Baik film maupun substratnya nanti harus mampu bertahan menghadapi keganasan sinar ultraviolet dan elemen natural lain, semisal hujan, sehingga dapat beroperasi sampai 25 tahun.
Untuk menunjang pembuatan panel surya lentur ini, para ilmuwan akan mengembangkan proses manufaktur yang siap untuk diadaptasikan pada produksi skala besar. Jika berjalan lancar, proses ini dapat memangkas ongkos produksi panel surya hingga di bawah US$1 per watt. Rendahnya ongkos produksi ini cukup kompetitif bila dibandingkan dengan US$10 sen per Kwh yang dikenakan oleh perusahaan listrik di negara itu.
"Kami amat bersemangat untuk melanjutkan teknologi Barix yang terbukti kemampuannya sebagai penghalang ke arah produksi massal," kata Martin Rosenblum, wakil kepala operasi dan teknik Vitex. "Bersama PNNL kami akan berupaya menciptakan sebuah produk yang dapat membantu meringankan ketergantungan masyarakat terhadap minyak dan meningkatkan akses terhadap sumber energi terbarukan yang berlimpah, yaitu matahari.
Untuk mengembangkan teknologi tersebut, Departemen Energi Amerika Serikat telah mengucurkan dana sekitar US$ 350 ribu kepada PNNL. Tahun lalu departemen tersebut mengumumkan telah mengalokasikan dana US$ 1,5 juta dari dana Energy Efficiency and Renewable Energy Technology Commercialization Fund untuk proyek yang dapat membantu mengkomersialkan teknologi pengurangan penggunaan energi atau membuka sumber energi terbarukan.
Energi Surya di Dalam Negeri
Pemanfaatan energi surya juga menjadi target utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam pengembangan sistem energi baru dan terbarukan. Kepala LIPI Umar Anggara Djenie menyatakan sebagai negara tropis, matahari hampir setiap hari menyinari Indonesia.
"Matahari adalah material tepat yang dapat dikembangkan untuk mengubah fenomena ini menjadi energi yang dapat disimpan," kata Umar ketika membuka International Workshop on Advanced Material for New and Renewable Energy (AMNRE), Selasa lalu di Putri Duyung Cottage, Kawasan Ancol, Jakarta.
Banyaknya pegunungan di Indonesia juga membawa peluang untuk mengembangkan teknologi micro hydro terutama di daerah terpencil. "Semua jenis energi ini zero pollutant sehingga membantu bumi kita tetap hijau," kata Umar. "Workshop ini adalah perwujudan komitmen LIPI untuk mencari dan mengembangkan material untuk mencari energi baru dan terbarukan."
Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Syahrul Aiman mengatakan bahwa Pusat Penelitian Fisika LIPI memang tengah mencoba memanfaatkan sinar matahari yang berlimpah. "Pada saat ini kita memang terfokus pada fuel cell, tapi kami sudah menelaah model-model untuk memanfaatkan sinar matahari secara langsung, tidak lagi melalui sel surya yang tergantung dari orang luar," ujarnya.
Salah satu tujuan penyelenggaraan workshop ini adalah untuk mencari poin penting dalam pengembangan sistem energi baru dan terbarukan. LIPI ingin mencari poin penting yang bisa diproduksi di dalam negeri sebelum mengembangkan dan menerapkan bidang material lanjut ini. "Dengan keterbatasan yang ada kita mencari penelitian mana yang dapat dipakai di dalam negeri tanpa membuat kita tergantung pada negara asing," kata Aiman.
Meski sinar matahari berlimpah dan seolah tiada habisnya, hingga saat ini Indonesia belum bisa memanfaatkan energi itu secara maksimal. Potensi energi surya memang besar, tapi teknologi amat mahal karena masih bergantung dari negara luar.
Koordinator kelompok Energi Baru Terbarukan di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Verina J. Wargadalam menyatakan teknologi sel surya dalam negeri jauh tertinggal dibanding negara tetangga. "Riset energi surya itu butuh dana yang tidak sedikit, harus ada dukungan dana yang amat besar dari pemerintah," ujarnya.
Jika Indonesia ingin mengembangkan energi surya, harus ada manufaktur sel surya harus ada. "Saat ini kemampuan ilmuwan kita baru sampai pembuatan modul solar sel, sedangkan sel surya yang menjadi bahan utamanya masih impor," ujar Verina. "Maka salah satu tujuan kami adalah mendorong industri agar mau terlibat dalam proses riset dan pengembangannya."
Tenaga Listrik dari Sinar Mentari
Banyak tokoh lingkungan menyatakan bahwa masa depan lingkungan bumi bergantung pada tenaga listrik surya. Namun, teknologi yang ada masih terlampau mahal dan belum cukup efisien untuk menggantikan bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi.
Isi sel surya
1.Cahaya melepaskan elektron dari dasar lapisan silikon
2.Elektron lain pindah dari contact grid ke lapisan silikon terbawah
3.Elektron mengalir dari lapisan bawah ke paling atas dan kembali ke bagian dasar menembus contact grid logam
4.Contact grid menarik arus listrik untuk digunakan
-Kaca pelindung
-Pelapis antireflektif mencegah cahaya keluar
-Elektron
-Contact grid logam
Sistem photovoltaic rumah
Daerah dengan cuaca yang cerah dan terus-menerus memperoleh sinar matahari, seperti Indonesia dan negara beriklim tropis lainnya, dapat memanfaatkan teknologi ini dengan baik.
Menghubungkan sistem surya ke jaringan listrik
Koneksi ke perusahaan penyedia listrik setempat seperti PLN memungkinkan pemilik rumah menjual kelebihan tenaga surya dari sistem photovoltaic rumahnya dan membelinya ketika membutuhkan.
Panel surya konvensional seperti ini memakan tempat dan membutuhkan biaya yang cukup tinggi.
-Lebih banyak panel dapat ditambahkan untuk meningkatkan kapasitas yang dihasilkan
-Inverter mengubah arus listrik langsung (DC) dari panel surya menjadi arus listrik bolak-balik (AC) untuk penggunaan peralatan rumah tangga
-Kotak sekring
-Bingkai aluminium
-Baterai menyimpan tenaga untuk digunakan di malam hari dan selama pemadaman listrik
-Meteran tenaga listrik (Koran Tempo: 11 Juni 2009)

Pemimpin yang curang masuk neraka

Dari Ma'qal bin Yasar, ia berkata : "Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda, "Tidak ada dari seseorang hamba yang Allah memintanya memimpin sekelompok orang lalu meninggal dalam keadaan berbuat curang kepada mereka, kecuali Allah akan mengharamkan baginya surga. HR Bukhari Muslim.
Ulasan:
Seseorang yang di beri amanat oleh Allah sebagai pemimpin suatu kaum atau suatu kelompok hendaklah ia menjaga apa yang telah ditipkan Allah kepadanya dengan sebaik-baiknya. Tidak melakukan kecurangan terhadap siapapu. Tidak mementingkan suatu kelompok tertentu dan tidak juga merugikan kelompok yang lain.

Pembukaan di Bulan Juli 2009

Assalamu’alaikum Warramatullahi Wabarakatuh
Selamat pagi para pengunjung yang terhormat. Hari ini kita telah memasuki hari-hari pertama di Bulan Juli 2009. Berarti kita telah melangkah satu bulan lebih maju dari bulan yang lalu, namun demikian apakah kita telah mengevaluasi diri kita masing-masing tentang apa yang telah kita berbuat dan hasil apa yang telah kita capai demi kebaikan, kemajuan, kemakmuran untuk diri kita dan keluarga terutama, dan untuk bangsa dan Negara yang kita cintai ini umumnya

Ada satu hal lagi yang saya pikir sangat penting. Apakah kita sudah mengevaluasi ibadah kita?, bagaimana kedekatan kita kepada Sang Pencipta, makin dekatkah atau semakin jauh?, makin banyak perbaikan atau makin banyak pelanggaran yang kita lakukan terhadap agama?
Kemudian terhadap sesama dan lingkungan, apakah orang semakin rindu dengan kita ataukah semakin takut mendekati kita? Apakah lingkungan kita betambah rusak oleh kita atau menjadi lebih baik. Itu semua tergantung pada sikap dan tingkahlaku kita selama ini. Oleh karena itu dengan Blog Engkong Jaya ini mari kita banyak melakukan perubahan ke arah perbaikan agar kita benar-benar menjadi Khalifah di muka bumi ini.
Banyaknya musibah yang dialami Saudara-saudara kita selama ini adalah sebuah bentuk teguran dan peringatan dari Yang Maha Kuasa agar kita bisa lebih bijak dalam bersikap dan berbuat.
Blog “Engkong Jaya” ini menyajikan artikel-artikel tentang akhlak, tentang ilmu dan amal, tentang iman dan taqwa. Saya tahu betul bahwa artikel-artikel tersebut jauh dari kata “baik” namun saya berharap ini cukup sebagai peringatan bagi kita semua untuk terus berbuat baik. “Jangan berharap ingin menjadi orang baik, tapi lakukanlah kebaikan”. Wassalam, Kong Jaya

Senin, 29 Juni 2009

Perempuan itu “nafsuin” (CAMAT)



Banyak kita dengar kata-kata “Nafsu” yang diuacapkan oleh orang-orang disekeliling kita, seperti nafsu amarah, nafsu birahi, nafsu syetan, nafsu makan, terlalu bernafsu dan lain sebagainya. Setiap kata nafsu mempunyai arti atau makna yang berbeda tergantung dengan kata apa dia bergandengan. Sebagai contoh, nafsu makan berbeda arti dengan nafsu amarah. Nafsu makan menunjukkan bahwa seseorang itu sehat atau sedang tidak sehat. Kalau dia tidak nafsu makan berarti ada sesuatu dalam dirinya. Tidak sehat atau kurang bergairah.

Sedangkan nafsu amarah tidak ada urusannya dengan makanan. Yang ada hanyalah bagaimana caranya melampiaskan kekecewaannya dengan cara memukul, melempar, memaki, berteriak dan lain sebagainya kepada yang membuat dia kecewa. Hal ini dilakukan agar dia menjadi puas. Apabila tidak terlampiaskan nafsu amarahnya maka dia bagaikan orang yang sedang dikekang, ingin berontak tapi tak bisa.
Kalau kita perhatikan, kata apa pun yang bergandengan dengan nafsu itu walau berbeda makna tetapi mempunyai kesamaan. Yaitu awalnya dan ujungnya. Awalnya adalah adanya dorongan atau motivasi yang kuat pada sesuatu sedangkan ujungnya adalah rasa puas dan ujung dari ujungnya puas jadi lemas. Kalau kita lapar maka kita bernafsu sekali untuk makan. Setelah kenyang kita puas. Kalau kekenyangan jadi lemas. Duduk saja, malas bangun. Begitu juga orang kalau yang selesai ngamuk. Puas sudah rasanya, tidak peduli apa akibatnya yang penting puas. Setelah semuanya selesai dia jadi leeeemmmmeeeessss........
Lalu. Bagaimana dengan nafsu birahi.....? Sama saja. Malah mungkin lebih gawat. Awalnya dorongan itu begitu kuat. Apapun yang jadi syaratnya (walaupun keluar duit) harus terpenuhi dan harus bisa dilaksanakan. Apa yang dicari.....? ya kepuasan. Setelah puas, lemes. (siapa yang diantara kita yang gak lemes...?)
Nah. Bicara soal birahi, tidak lepas hubungannya dengan perempuan. Tak mungkin dengan makanan. Karena perempuanlah yang selalu “mengundang” nafsu birahi. Jarang kita temui seorang perempuan nafsu birahi dengan laki-laki, walaupun ada mereka diam saja. Perempuan dalam hal ini sifatnya menunggu saja. Sedangkan laki-laki, nama tahaaaan.
Hampir seluruh lekuk tubuh perempuan dihiasi dengan “undangan” nafsu. Karena memang untuk itulah mereka diciptakan. Seandainya mereka tidak dihiasi dengan “pengundang” nafsu maka mungkin Nabi Adam as, tidak punya keturunan dan anda tidak bisa membaca artikel ini. Iya dong.....?
Ketika melihat wajah perempuan yang cantik – bukan nenek-nenek peot yah- hasrat laki-laki timbul, walau hanya ingin melihat saja. Ada beberapa objek sasaran “CAMAT” (cuma pandangan mata) seperti; hidungnya yang mancung, matanya bening, bulu matanya lentik, ada lesung pipit, bibirnya yang sensual dan lain sebagainya mengundang decak kagung laki-laki. Setiap laki-laki mungkin sama perasaannya ketika melihat bibir yang sensual tersebut yaitu membayangkan apa yang akan dirasakan ketika......... sambil berkata dalam hati “emmh.... pantesnya........”. Dan memang dorongan untuk melihat itu sangat kuat, walau melihatnya malu-malu tetap ditengok lagi – ditengok lagi. Mata kita disedot dan ditarik kearah sana. Maka dari itu, ketika Ali bin Abi Thalib memandang wajah seorang perempuan cantik dengan perasaan kagum, Rasulullah saw menegur; “tundukkanlah wajahmu......”. Karena Rasulullah tahu betul “daya sedot dan daya tarik”nya kuat luar biasa membahayakan. Oleh karena itu kepada kaum laki-laki yang “normal” kalau melihat wanita cantik cukup sekali saja, kalau sampai lebih dari itu bisa “kesurupan”.
Saya kira sekian dulu pembahasan tentang nafsu, Insya Allah lain waktu akan dilanjutkan dengan judul Perempuan itu “nafsuin” (SEKWILDA). Jangan kemana-mana. Tetap di “Engkong Jaya”.

Senin, 22 Juni 2009

Kemuliaan Tidak Akan Sirna


"Apabila engkau menghendaki suatu kemuliaan yang tidak sirna, maka janganlah memuliakan yang bisa rusak."

Kemulian adalah suatu penghargaan yang paling tinggi yang diberikan oleh seseorang atau orang banyak kepada seorang atau sesuatu yang amat dikagumi dan tidak tercela atau cacat. Seorang raja misalnya, amat dikagumi dan dimuliakan oleh rakyatnya karena kedudukannya yang paling tinggi. Begitupun manusia sangat memuliakan Tuhannya, karena hanya Dia-lah yang mampu memenuhi segala kebutuhan hamba-Nya, mampu melindungi, mampu membuat ketenangan dalam jiwa dan kemampuan-kemampuan lain yang tidak dapat dilakukan oleh hamba-Nya. Oleh karenanya Tuhan adalah zat yang Maha Mulia yang tidak mempunyai cela sedikitpun.
Allah adalah Tuhan Yang Maha Mulia yang selalu diagung-agung dan dimuliakan lewat ibadah dan zikir baik dengan hati, dengan lisan bahkan dengan perbuatan saleh yang diinginkan oleh Allah. Sebaliknya Allah juga memuliakan hambanya yang mau mengkuti perintah-Nya, seperti yang difirmankan: “Sesungguhnya Aku memuliakan anak Adam” surat.....
Kemuliaan yang didapatkan oleh manusia ada dua macam, yakni kemuliaan yang bersifat abadi dan kemuliaan yang bersifat sementara. Kemuliaan yang bersifat abadi adalah kemuliaan diberikan oleh Allah, karena amalnya yang saleh, ikhlas kepada Allah dan tidak melakukan kemaksiatan kepada siapapun termasuk alam ini. Kemuliaan ini akan dapat dirasakan nikmatnya kelak di akhirat. Allah berfirman dalam Al-Quran Surat Al-Fatir ayat : 10, “Barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah letak kemuliaan itu”.
Kemuliaan yang kedua adalah kemuliaan sementara, yaitu kemuliaan dirasakan di dunia. Kemuliaan ini akan didapat dengan mudah misalnya dengan menjadi kaya raya, orang akan mengagumi karena kekayaannya, atau menjadi pejabat, karena jabatan dan kedudukannya dia dapat menentukan sesuatu sesuai kehendaknya. Oleh karena itu manusia banyak yang sibuk mengejar dua kemuliaan itu, kekayaan dan kedudukan, dengan mengahalalkan segala cara hingga mengabaikan perintah Tuhannya.
Kemuliaan itu tidaklah kekal, dapat hilang sewaktu waktu. Biasanya kemuliaan duniawi membuat orang menjadi tergila-gila dan karena gilanya itu, ia lupa kepada Allah. Kemuliaan ini justru akan membutakan mata hati. Didalam kitab Tanwir dikatakan: “Maka apabila kamu mengaharapkan kemuliaan dari Allah, niscaya kepada Allah jua kemuliaanmu. Dan jika kamu mengaharap kemuliaan terhadap selain Allah, maka tidaklah kekal kemuliaan itu, karena tidak ada kekekalan bagi orang yang dia merasa mulia dengannya.”
Kemuliaan yang kekal adalah kemuliaan di sisi Allah. Kemuliaan tidak kekal adalah kemulian yang bisa rusak.
Maka tidaklah benar jika kita mengaharapkan kemuliaan tetapi membanggakan kemuliaan yang bisa sirna. Seharusnya kita mencintai kemuliaan yang tak bisa sirna, yaitu kemuliaan tertinggi milik Allah yang cahaya-Nya tak pernah pudar. Karenanya orang yang mencari pengetahuan tentang Allah Yang Maha Mulia dan Kekal, ia tidak akan tertarik dengan kemuliaan dan keagungan yang bersifat duniawi. Orang yang berakal bisa membandingkan antara kemuliaan palsu dan kemuliaan yang hakiki. Kemuliaan yang hakiki dapat mempertajam mata hati kita.

Minggu, 21 Juni 2009

Dekatilah orang yang Zuhud

Jika diantara kamu sekalian melihat seorang laki-laki yang selalu zuhud dan berbicara benar, maka dekatilah dia. Sesungguhnya dia adalah orang yang mengajarkan kebijaksanaan. (HR. Al Baihaqi)

Ulasan:
Zuhud artinya tidak terlena dan tergiur dengan kesenangan duniawi. Orang yang zuhud adalah orang yang selalu beribadah dan tetap menjaga imannya, tidak tergoda oleh kesenangan dunia yang menyesatkan. Orang zuhud tidak mengatakan sesuatu yang tidak ia ketahui secara pasti bahkan tidak mengatakan sesuatu yang tidak perlu (tidak banyak bicara). Orang zuhud selalu berkata benar, ia tahun apa yang harus ia katakan oleh karenanya ia menjadi orang yang bijaksana. Maka, belajar darinya...!

Sabtu, 20 Juni 2009

Award dari temen

Alhamdulillah engkong dapat award dari temen dan ini adalah yang pertama kali engkong dapet.

Makasih buat temen engkong yang cakep....
Nama : Nisrina Kamilia
URL/WEB: http://bungasempurna.blogspot.com

Sekarang sesuai dengan syarat yang diminta, engkong mau mengisi data-data engkong sebagai berikut :

Nama : Rahmat Jaya, (kong Jaya= nama pena engkong di blogger)
Email : mbahjaya@gmail.com
Hobby : Membaca buku agama, menulis, dan berbuat baik membantu orang lain
Cita-Cita : dulu ceritanya waktu kecil ingin jadi orang sholeh aja, tapi begitu gede terus jadi pegawai pemerintah. Tapi tetap berusaha untuk menjadi orang yang sholeh
Mulai Ngeblogg Walking : Sejak 20 Mei 2009 dengan posting pertama : Salam Perkenalan
Tempat Tinggalku : Sawangan Depok

mari tukar bener

Kong Jaya
YANG MAU TUKAR BENNERKU SILAHKAN AMBIL

Kumpul Blogger

Berita Bagus yang Sekarang ini

Cari Blog Ini

7321tamo,gnorbmej,awijajar,igalapul